Peserta yang berasal dari siswa jenjang SD/MI hingga SMA/SMK negeri dan swasta menyuguhkan keterampilan peraturan baris berbaris dengan aneka kostum unik dan kreatif.
Pemberangkatan peserta kehormatan dari SLB B Pertiwi oleh Wali Kota Ika Puspitasari menjadi pembuka gerak jalan tematik 2023. Dengan titik keberangkatan dari Alun-Alun Wiraraja, masyarakat memadati sepanjang rute yang melalui Jalan Mojopahit, Jalan Bhayangkara, Jalan Gajah Mada dan finis di Balai Kota Mojokerto.
’’Di pengujung bulan Agustus 2023 ini, kita bersama memeriahkan HUT ke-78 RI ini dengan menyelenggarakan gerak jalan dengan kostum yang menarik,’’ terangnya saat memberikan sambutan.
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan terima kasih atas antusiasme peserta maupun masyarakat yang hadir langsung menyaksikan gerak jalan tematik. Diharapkan, event ini bisa menjadi pemacu semangat untuk terus membangun Kota Mojokerto yang lebih hebat, lebih kuat, dan perekonomian masyarakat lebih melesat.
’’Dengan dukungan seluruh pihak, bapak-ibu masyarakat Kota Mojokerto yang saya banggakan, saya atas nama pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih,’’ paparnya.
Digelarnya gerak jalan tematik 2023 juga berkat dicabutnya Keppres 12 tahun 2020 tentang bencana nonalam pandemi Covid-19. Sehingga, kegiatan yang bersifat mengundang animo massa bisa kembali digelar di Kota Mojokerto.
’’Dan, acara pada pagi hari ini (kemarin, Red) termasuk salah satu upaya yang kita bersama untuk memulihkan kembali ekonomi,’’ ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan, gerak jalan tematik merupakan kombinasi dalam memadukan keterampilan gerak jalan dengan kreativitas kostum.
Dari 87 kelompok peserta, terdiri dari dari peserta didik jenjang SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK negeri dan swasta.
’’Tujuannya adalah untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia juga untuk melihat potensi siswa bagaimana dia gerak jalan sambil memadukan antara gerak dan busana yang unik,’’ tandasnya.
Karena itu, penampilan tiap peserta gerak jalan dilakukan penilaian oleh oleh tim juri. Masing-masing perwakilan dari Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto dan media massa.
Sebagai apresiasi, Dikbud Kota Mojokerto juga menyiapkan hadiah bagi kelompok peserta yang berhasil memperoleh nilai tertinggi. ’’Nanti ada kostum terunik, kemudian gerak terunik dan terheboh akan diumumkan oleh lima orang juri,’’ pungkas Amin.
Sejumlah kelompok peserta menampilkan beragam kreativitas. Mulai dari kostum bercorak Majapahitan, tema wayang orang, pantomim, serta pakaian ala pejuang hingga mengusung tema cinta lingkungan.
Selain itu, juga ada yang mengangkat seragam TNI-Polri dan pakaian tradisional lainnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah