KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Paket proyek rehabilitasi trotoar dengan total alokasi sebesar Rp 20 miliar dari APBD 2023 Kota Mojokerto mulai digulirkan.
Namun, satu dari tujuh paket pekerjaan masih harus menjalani tahap tender ulang karena mengalami gagal lelang.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengungkapkan, dari tujuh paket proyek rehabilitasi trotoar, empat di antaranya kini sudah dalam proses pengerjaan.
’’Karena sudah berkontrak semua, jadi sekalian pelaksanaan pekerjaan dan menyiapkan materialnya,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.
Pekerjaan rehabilitasi yang sudah selesai tahap tender itu meliputi jalur pedestrian di Jalan Pahlawan dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,2 miliar.
Selain itu, pekerjaan fisik juga mulai dilakukan di sepanjang trotoar di Jalan Bhayangkara yang diplot Rp 3,8 miliar.
Selain itu, sentuhan fisik juga menyasar trotoar di ruas Jalan Hayam Wuruk yang dijatah Rp 4 miliar.
Pemkot juga mengucurkan Rp 2,5 miliar untuk merevitalisasi jalur khusus pejalan kaki di ruas Jalan Taman Siswa.
’’Cuma ada sebagian paket yang berkasnya masih dalam proses tender sekarang,’’ ulasnya.
Paket pekerjaan tersebut antara lain; paket proyek rehabilitasi trotoar di Jalan Gajah Mada yang mendapat alokasi terbesar dengan pagu Rp 4,2 miliar.
Selain itu, juga paket pekerjaan perbaikan jalur pedestrian di ruas Jalan Niaga dengan pagu Rp 1,4 miliar.
Progres lelang keduanya proyek fisik itu saat ini masih dalam tahap surat penunjukan barang/jasa.
Di samping itu, imbuh Endah, pihaknya juga kembali mengajukan lelang ulang proyek pekerjaan rehabilitasi trotoar di ruas Jalan Karyawan Baru.
Pasalnya, paket dengan alokasi anggaran Rp 818,4 juta ini sempat mengalami gagal lelang. ’’Setelah direviu, waktu pengerjaan yang sebelumnya 3,5 bulan akhirnya diretender jadi 3 bulan,’’ tuturnya.
Sedangkan paket proyek rehabilitasi proyek lainnya, masa pelaksanaannya masa pelaksanaan rata-rata 3,5 bulan sampai dengan 4 bulan. ’’Semuanya selesai di November akhir hingga pertengahan Desember,’’ pungkas dia.
Rehabilitasi jalur khusus pejalan kaki di tujuh ruas jalan protokol ini dilakukan dengan perombakan total. Masing-masing disentuh dengan konsep tematik. Di antaranya di ruas Jalan Niaga dan Karyawan Baru yang akan dijadikan sebagai kawasan Pecinan. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah