Akses jalan masuk ke sekolah tersebut kini terdapat lubang seperti parit. Padahal, setiap hari akses itu jadi jalur keluar masuk pengantar dan siswa ke sekolah.
Anang Susilo, guru setempat mengatakan, pengerjaan bekas galian pipa PDAM di depan tempatnya bekerja belum tertutup sempurna. Beberapa bulan lalu, sebenarnya pengerjaan jalur pipa sudah ditutup rapi. ''Beberapa bulan lalu sudah tertutup rapi dilakukan oleh warga sekolah,'' kata dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.
Itu, kata dia, dilakukan demi keamanan pengendara dan penghuni sekolah yang keluar masuk melewati gerbang sekolah. ''Kini, empat hari lalu digali lagi oleh petugas atau kontraktor PDAM. Alasannya, mau ditutup aspal. Namun sampai hari keempat ini belum ada tanda-tanda pengerjaan,'' beber Anang.
Pihaknya meminta agar jalur itu segera diperbaiki atau jika memang ingin diaspal, agar segera diaspal. ''Kami bingung harus lapor siapa kalau masalah seperti ini,'' keluhnya.
Dirinya menyebutkan, akibat kondisi itu, membuat tidak nyaman pihak yang ingin keluar masuk ke sekolah. Seperti, pengantar siswa, guru, dan masyarakat yang ke SMPN 1 Dlanggu. ''Akses jalan masuk itu dilubangi seperti parit. Dampaknya membuat kurang nyaman, itu sudah berlangsung selama 4 hari,'' sebut Anang.
Dihubungi terpisah, Kabid Trantibmas Satpol PP Kabupaten Mojokerto Mahendra WW mengaku, keluhan masyarakat atau sekolah itu bisa dilaporkan ke saluran pengaduan milik Pemkab Mojokerto. Yakni, www.damarmojo.lapor.go.id. ''Bisa dilaporkan ke aplikasi ini agar dapat segera ditindak lanjuti,'' ungkapnya. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah