Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman mengatakan, pengerjaan infrastruktur bendungan dan saluran irigasi di wilayah kerjanya terus menunjukkan perkembangan yang bagus.
Perbaikan dengan total pagu Rp 8,5 miliar itu sedang dikebut. ’’Pokoknya kita targetkan sebelum musim penghujan sudah rampung,’’ ungkapnya.
Menurutnya, pengerjaan sepuluh paket proyek, sejauh ini sudah memasuki minggu ke-8 setelah berkontrak pada Juni lalu.
Seperti halnya peningkatan Bendung Sadar, Kecamatan Mojoanyar yang dikerjakan CV Pilar Mas Mukti asal Mojokerto dengan kontrak Rp 1 miliar dari pagu Rp 1,3 miliar, sejauh ini sudah mencapai 30 persen.
’’Bendung Sadar sekarang pengerjaannya pada sayap bendung kanan kiri. Untuk proses fabrikasi pintu mulai pengerjaan pile,’’ tegasnya.
Disebutnya, kerusakan pada sayap bendung ini tergolong parah.
Meski sudah dilakukan penangan darurat menggunakan bronjong, derasnya arus air saat musim hujan membuat kerusakan kian parah. Hingga akhirnya menjadi pemda turun tangan.
’’Selain sayap bendung, kami juga melakukan pergantian pintunya supaya pas musim hujan mudah dioperasionalkan. Juga mengurangi dampak banjir,’’ paparnya.
Pintu bendungan yang semula menggunakan slot balok dan akan diganti dengan pintu baja. Untuk mengurangi dampak sampah menyangkut, pintu dam bakal diperlebar.
’’Jadi, kalau dulu ada empat pintu, sekarang kita buat tiga pintu,’’ tambahnya.
Begitu juga dengan rehabilitasi daerah irigasi Wonokusumo dengan kontrak Rp 1,1 miliar dari pagu Rp 1,4 miliar dikerjakan CV. Masoewir Putra Mandiri dan Afvour Sumberwaru dengan kontrak Rp 1,4 dari pagu Rp 1,7 miliar oleh CV. Tiga Bersaudara asal Mojokerto.
Kedua proyek ini, kata Rois, juga terus menunjukkan progresnya. ’’Yang Sumberwaru pengerjaan pelimpah dan saluran. Dan proses fabrikasi pintu air,’’ tegasnya.
Menurut dia, lingkup pengerjaan sudah sesuai jadwal. Termasuk, untuk pengerjaan peningkatan Bendung Jabontegal dan Balongmasin, Kecamatan Pungging masing-masing berkontrak Rp 710 juta dan Rp 753 juta.
Lalu, rehabilitasi daerah irigasi Sukoanyar Rp 488 juta, rehabilitasi daerah irigasi Sumber Kembar Rp 491 juta, serta rehabilitasi daerah irigasi Tamansari dengan pagu Rp 647 juta.
’’Yang pasti untuk progres awal ini kita mengejar bidang kerja yang terkena air. Nanti akhir tinggal pekerjaan di atas air dan pemasangan pintu,’’ tegasnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah