Upacara yang digelar di lapangan perumahan terbilang sangat unik, karena pesertanya mengenakan baju adat dari beragam suku.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 itu diikuti sejumlah kalangan. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, maupun orang tua.
Tak hanya mengenakan baju adat, beberapa peserta yang menjadi komandan upacara tampak totalitas memakai baju tentara pada masa penjajahan.
’’Kurang lebih ada 130 orang yang ikut dalam kegiatan upacara ini. Mereka semua berasal dari warga RT 01-06, RW 003,’’ kata Ketua Panitia Pelaksanaan HUT RW 003 Perumahan Gatoel Jianto.
Ide pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI, lanjutnya, merupakan kesepakatan dari seluruh warga. Dengan disetujui pelaksanan upacara ini, maka seluruh warga ikut ambil bagian.
Mulai dari pasukan pengibar bendera (paskibra), komandan upacara, kompi, pembaca UUD 1945, pembaca doa hingga peserta upacara.
’’Ini menjadi kegiatan rutin kami setiap tahun, ketua panitianya juga bergilir dari masing-masing RT. Jadi agar semuanya merasakan jadi panitia,’’ ungkap Jianto.
Sementara itu, Ketua RW 003 Soegeng Tjahjadi mengatakan persiapan dalam menggelar upacara ini dilakukan sejak awal Agustus lalu. Baik untuk latihan paskibra maupun petugas upacara lainnya.
Di samping itu, pihaknya juga menggelar beragam lomba hiburan bagi warga untuk menyambut Hari Kemerdekaan.
’’Diharapkan ini menjadi momen kebersamaan dan membangkitkan rasa kegotongroyongan. Semoga tahun depan dapat digelar lagi semeriah mungkin,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah