Akibatnya, sekitar 15 hektare padang rumput ilalang di puncak gunung terbakar. Kini, jalur wisata pendakian ditutup sementara.
Kali pertama kebakaran di ketinggian sekitar 1238 mdpl tersebut dilaporkan terjadi sekitar 15.30 Jumat (11/1). Api berkobar di wilayah hutan produksi di atas wisata Petirtaan Jolotundo. Tepatnya di petak 1 wilayah RPH Ngoro, BKPH Penanggungan, KPH Pasuruan.
’’Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung menuju lokasi. Api membakar ilalang dan semak belukar,’’ ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.
Proses pemadaman melibatkan sekitar 50 orang petugas gabungan BPBD Kabupaten Mojokerto, TNI, Polri, LMDH Seliman, relawan hingga warga sekitar. Pemadaman dilakukan secara manual. Yakni menggunakan ranting pohon untuk digebyok pada api.
Disamping itu, mengantisipasi kobaran api semakin menjalar, petugas melokalisir api dengan menebas rumput dan semak kering di sekitar lokasi. Kobaran api berhasil dijinakkan setelah dilakukan pemadaman lebih dari enam jam lamanya.
’’Sekitar pukul 23.45 Jumat (11/8) kobaran api mulai mengecil dan terus dilakukan upaya pemadaman. Sekitar pukul 01.30 Sabtu (12/8) kebakaran dinyatakan padam,’’ ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 15 hektare padang rumput ilalang ludes terbakar. Dari total luas petak 1 Gunung Bekel sekitar 680 hektare. Wisata pendakian di Gunung Bekel ditutup sementara guna mengantisipasi terjadinya hal serupa.
’’Untuk wisata pendakian ditutup sementara selama 3 hari, terhitung sejak Jumat (11/8) kamarin,’’ sebut Khakim.
Pihaknya menduga sementara pemicu insiden karhutla ini akibat faktor alam.
’’Informasi dari pihak perhutani karna faktor alam. Angin yang cukup kencang bisa menyebabkan gesekan ranting kecil ditambah cuaca panas di atas gunung. Kami mengimbau agar para pendaki menjaga kelestarian alam. Dengan tidak membuang putung rokok sembarangan hingga tidak membuat api unggun bila tidak diperlukan. Karena dapat memicu kebaran,’’ tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah