Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Area Petik Jeruk di Kota Mojokerto Terdampak Proyek Taman Bahari Majapahit, Ini Rencana Pemkot

Rizal Amrulloh • Selasa, 8 Agustus 2023 | 13:55 WIB

DIGULIRKAN: Pekerja meratakan tanah uruk dengan alat berat di lokasi proyek pembangunan Taman Bahari Mojopahit di kawasan Sungai Ngook, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
DIGULIRKAN: Pekerja meratakan tanah uruk dengan alat berat di lokasi proyek pembangunan Taman Bahari Mojopahit di kawasan Sungai Ngook, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Digulirkannya proyek pembangunan Taman Wisata Bahari Mojopahit (TBM) berdampak pada sebagian konstruksi dan sarana eksisting yang ada di kawasan Sungai Ngotok.

Salah satunya area petik jeruk yang diperkirakan harus dikepras untuk dijadikan akses dermaga.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek TBM Ferry Hendri Koerniawan mengungkapkan, setelah berkontrak dengan PT Lingkar Persada per 14 Juli lalu, pekerjaan fisik di proyek TBM telah digulirkan.

Sentuhan awal berupa tahap penyiapan lahan dengan pembersihan dan pengurukan tanah. ”Sampai sekarang masih jalan proses uruk lahan,” terangnya.

Menurutnya, proses tersebut dilakukan serentak di sejumlah blok yang akan dijadikan spot untuk wahana TBM. Hanya saja, dia mengaku masih harus berkoordinasi dengan OPD terkait karena terdapat aset eksisting yang akan terimbas dari proyek TBM.

Di antaranya yang akan terdampak proyek adalah area wisata petik jeruk. Sebab, ungkap Ferry, sebagian lahan yang berada di bantaran Sungai Ngotok itu akan dibangun sebagai akses menuju dermaga.

”Yang kena (dampak) sekitar 130-an pohon jeruk dari sisi kiri dan kanan jembatan Rejoto,” paparnya.

Pihaknya telah berkirim surat ke dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) terkait hal tersebut. Rencananya, hari ini (8/8) akan diagendakan rapat untuk memutuskan terkait dampak di lahan petik jeruk itu.

”Rencana akan kita rapat terkait perlakuannya dengan DKPP. Apakah (pohon jeruk) nanti dipindahkan atau mengganti bibit,” papar dia.

Selain itu, imbuh Ferry, pihaknya juga bersurat ke dinas lingkungan hidup (DLH). Itu menyusul bagian dari konstruksi Taman Budaya juga bakal terdampak.

Tepatnya pada bagian paving yang telah digarap 2021 lalu. ”Hari Jumat (4/8) kemarin baru kita bersurat ke DLH, masih kita koordinasikan,” papar dia.

Sesuai kontrak, proyek senilai Rp 15,7 miliar ini diberi tempo pengerjaan 140 hari kalender. Sehingga, kontraktor di-deadline rampung 30 November mendatang.

Proyek pembangunan destinasi wisata anyar ini menyentuh pembangunan gedung PIC atau pusat informasi, menara pandang, gazebo, stan kuliner, tempat parkir, hingga lanskap. Termasuk pembangunan 18 unit bangunan kios cenderamata. (ram/ron)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #jeruk #ita #Rejoto #ning #Terdampak #proyek #bahari #wali kota #Petik #taman #pulorejo