Jalan aspal yang semula berlubang dan menggelombang, kini diubah dengan konstruksi beton. Selama proyek berlangsung, jalur ini diberlakukan sistem buka tutup.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, terdapat empat ruang lingkup pengerjaan pada ruas jalan ini.
Di antaranya, pekerjaan pendahuluan, dilanjut dengan pengurukan tanah, pengecoran, hingga pengerjaan dinding penahan jalan. Termasuk, gorong-gorong. ’’Sekarang sudah masuk tahap pengurukan ruas jalan,’’ ungkapnya.
Dengan pengerjaan proyek ini membuat akses sedikit terganggu. Sistem buka tutup jalur alternatif ini juga diperlakukan hingga pengerjaan tuntas selama 150 hari kalender.
’’Kita targetkan pengerjaan selesai lima bulan. Selama itu, jalur dilakukan buka tutup,’’ tuturnya.
Menurutnya, pengerjaan fisik dengan kontrak Rp 6,1 miliar dari pagu Rp 7,8 miliar di ruas jalan Kepuhanyar ini dikerjakan oleh CV. Meliwis Putih asal Lamongan.
Targetnya bisa menuntaskan perbaikan jalan sepanjang satu kilometer lebih dengan lebar 7 meter menyesuaikan dengan kondisi sekarang.
’’Untuk konstruksinya kita ubah menjadi beton dari sebelumnya aspal. Konstruksi aspalnya tidak kita bongkar, tapi ditumpuk dengan kondisi eksisting selebar itu,’’ tandasnya.
Dengan perubahan konstruksi, jalur tersebut dipastikan kian tinggi. Apalagi, sesuai perencanaan, ketebalan cor mencapai 35 centimeter dan uruk 10 centimeter.
’’Jadi, total ketinggian jalan tambah 45 centimeter. Dan pastinya beton ini lebih awet juga,’’ tuturnya.
Ruas jalan Kepuhanyar-Bangsal ini selama ini menjadi jalur alternatif kendaraan dari jalur Bypass yang hendak ke Mojosari atau sebaliknya. Tak jarang, selama ini banyak dijumpai kendaraan dengan tonase berat.
Sehingga dengan konstruksi beton ini, diyakini mampuy menekan tingkat kerusakan jalan. Apalagi, kontur tanah di sepanjang jalan itu juga gerak. ’’Prinsipnya agar lebih kuat meski dilewati kendaraan besar,’’ bebernya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah