Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ancaman Bencana Kekeringan dan Karhutla di Mojokerto, Usir Pemburu Liar, Bermalam di Tengah Hutan

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 7 Agustus 2023 | 19:10 WIB

RAWAN: Petugas UPT Tahura Raden Soerjo memadamkan kebakaran di lereng Gunung Welirang secara manual akhir Mei lalu.
RAWAN: Petugas UPT Tahura Raden Soerjo memadamkan kebakaran di lereng Gunung Welirang secara manual akhir Mei lalu.
Kabupaten Mojokerto berpotensi mengalami kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terdapat tiga desa yang berpotensi kesulitan air. Sementara, enam kecamatan berpotensi mengalami karhutla.

PENGELOLA wilayah kehutanan di Kabupaten Mojokerto meningkatkan kewaspadaan seiring dengan ancaman kebakaran selama musim kemarau.

Petugas patroli bahkan bermalam di belantara hutan guna menghalau para pemburu liar yang suka membakar hutan demi kepentingan segelintir orang.

Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan hutan seluas 25.021 hektare (ha). Meliputi 10.656 ha hutan produksi dan 4.183 ha hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan, KPH Mojokerto, dan KPH Jombang.

Sedangkan sisanya seluas 10.656 ha merupakan hutan konservasi yang berada di bawah naungan Dinas Kehutanan Provinsi Jatim melalui UPT Tahura Raden Soerjo.

Berdasarkan status tanggap darurat bencana 2023, terdapat enam kecamatan yang rawan mengalami kebakaran hutan. Yakni Kecamatan Trawas, Pacet, Gondang, Jatirejo, Kemlagi, dan Dawarblandong.

Data BPBD Kabupaten Mojokerto menyebutkan, selama musim kemarau ini, dua peristiwa kebakaran hutan terjadi di Trawas dan Jatirejo. Yakni kebakaran yang melanda lereng Gunung Welirang di wilayah RPH 07 Mojokerto UPT Tahura masuk Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, dan kebakaran hutan jati wilayah KPH Pasuruan di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo.

”Selain dua karhutla, banyak juga kebakaran lahan berupa ilalang dan kebun tebu,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, Jumat (4/8).

Di banding kawasan rawan lainnya, penanganan kebakaran hutan di bagian wilayah selatan, seperti Pacet, Trawas, dan Gondang memiliki tantangan sendiri. Topografi yang sulit berupa pegunungan dan perbukitan menghambat upaya pemadaman.

Seperti kebakaran di lereng Gunung Welirang pada akhir Mei lalu yang melanda sekitar 38,71 ha lahan itu. Kebakaran itu baru tertangani setelah tiga hari. Tim pemadam gabungan harus berjalan kaki selama 10 jam untuk mencapai titik kebakaran yang berada di ketinggian 2.900 mdpl tersebut.

Setelah kebakaran yang cukup hebat tersebut, patroli kehutanan kini terus digalakkan tahura. Terlebih kini sudah menginjak musim kemarau sehingga potensinya kian meningkat.

”Kami lebih mengintensifkan patroli kebakaran, misalnya terdeteksi kebakaran bisa langsung dikendalikan,” ujar Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat, Minggu (6/8).

Mengingat potensi yang akan muncul, tim patroli bahkan rela bermalam di hutan.

Di samping penanganan kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu dapat dilakukan secara tepat, mereka juga menghalau para pemburu hewan liar.

”Karena para pemburu itu biasanya juga menginap di dalam hutan. Untuk mengantisipasinya kita nge-camp di dalam hutan,” imbuhnya.

Selama ini, kata Ajat, perburuan hewan liar banyak dilakukan dengan cara membakar hutan. Satwa yang diburu seperti kijang, rusa, hingga babi. Pembakaran hutan dilakukan untuk menggiring binatang ke titik incaran sekaligus mempermudah pengamatan terhadap lalu lalang satwa.

Selain itu, bekas pembakaran juga sengaja dibuat agar hewan sasaran berkumpul di vegetasi yang baru tumbuh. Aktivitas demikian terindikasi sebagai penyebab kebakaran hutan yang belakang melanda kawasan hutan tahura.

”Tahun ini ada empat kali kebakaran, tiga kali di wilayah Pasuruan, satu kali di Mojokerto,” tandasnya. (adi/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#tengah #karhutla #Bermalam #hutan #kabupaten #pemburu #liar #mojokerto #kekeringan