Kemarin, 1.314 jamaah yang tergabung di kloter 81, 82, 83, 84, dan 85 telah kembali ke kediaman masing-masing usai 40 hari lebih menunaikan ibadah rukun islam kelima di Tanah Suci.
Kedatangan jamaah langsung disambut isak tangis keluarga yang menjemput di Pendapa Graha Majatama kantor Pemkab dan Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto, kemarin.
Selain melaksanakan sujud syukur, jamaah juga turut mendoakan warga Mojokerto agar senantiasa damai dan diberikan keberkahan Allah SWT sehingga bisa berkunjung ke Baitullah suatu saat nanti.
Sebanyak 398 jamaah haji kloter 81 sebagai rombongan awal disambut langsung Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Wakil Bupati, Muhammad Albarraa atau Gus Barra.
Dengan berlinang air mata tanda syukur, jamaah turut menyalami kedua sosok pemimpin daerah tersebut sembari menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutannya.
Usai bersalaman, jamaah yang dipandu pembimbing kloter turut mendoakan warga Kabupaten Mojokerto dilimpahkan keberkahan dan rezeki.
Termasuk senantiasa diberikan rasa tenteram dan damai selama proses Pemilu 2024 bergulir.
’’Alhamdulillah jamaah datang dalam kondisi sehat tanpa kurang apa pun. Setelah disambut ibu Bupati, jamaah bisa langsung berkumpul bersama keluarga masing-masing,’’ ujar Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M. Zainut Tamam.
Kedatangan jamaah kemarin tidak berjalan serentak. Melainkan berangsur-angsur per kloter, mulai pukul 13.30, 18.00, 19.00, 19.30, hingga dini hari tadi pukul 02.30.
Mereka diangkut bus setelah sebelumnya transit lebih dahulu di Asrama haji Sukolilo Surabaya setelah landing di Bandara Juanda Sidoarjo.
Saat di asrama haji, jamaah lebih dahulu diperiksa kondisi kesehatannya, termasuk dicek administrasinya. Dari pemeriksaan tersebut, semua jamaah dinyatakan sehat.
Meski jumlahnya tidak utuh seperti saat keberangkatan, namun hal itu tak mengurangi kegembiraan jamaah untuk bisa berkumpul kembali bersama keluarganya.
’’Jamaah kabupaten terdiri dari 1.160 orang atau berkurang 15 orang. 13 diantaranya tanazul karena sakit dan keperluan pekerjaan, sementara 2 jamaah lainnya meninggal dunia di tanah suci. Sementara untuk jamaah Kota Mojokerto tergabung di kloter 84 dengan jumlah 154 orang,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah