Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jalur Pendakian Bukit Cendono Lereng Anjasmoro Diprotes Pecinta Alam Mojokerto

Khudori Aliandu • Jumat, 28 Juli 2023 | 18:30 WIB

KAWASAN KONSERVASI: Bukit Cendono yang merupakan bagian dari gugusan Gunung Anjasmoro di Kecamatan Pacet masuk hutan konservasi dan menjadi kawasan vital tempat tinggal satwa liar.
KAWASAN KONSERVASI: Bukit Cendono yang merupakan bagian dari gugusan Gunung Anjasmoro di Kecamatan Pacet masuk hutan konservasi dan menjadi kawasan vital tempat tinggal satwa liar.
Dianggap Merusak Ekosistem, Tahura Sebut Ada Pembatasan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Dibukanya jalur pendakian di Bukit Cendono oleh UPT Tahura R Soerjo diprotes para pecinta alam. Selain rawan terjadi kebakaran, dilegalkannya pendakian juga rentan merusak ekosistem di kawasan hutan konservasi tersebut.

Protes keras itu salah satunya disuarakan Ahmad Faizin Bisri, warga asal Randobango, Kecamatn Mojosari. pecinta alam sekaligus relawan ini sangat menyayangkan atas dibukanya jalur pendakian di di Bukit Cendono yang merupakan bagian dari gugusan Gunung Anjasmoro.

’’Padahal Gunung Anjasmoro itu kawasan vital tempat tinggal satwa liar yang masih aman. Kalau Anjasmoro ini dibuka, terus satwanya nanti tinggal di mana, itu harus dipertanyakan,’’ ungkapnya.

Menurutnya, kawasan tersebut termasuk kawasan konservasi yang harus tetap dijaga kelestariannya. Sehingga dengan dibukanya jalur pendakian tentu sangat mengganggu ekosistem.

Termasuk rentan terjadi kebakaran akibat api yang dibuat para pendaki. Tak terkecuali putung rokok yang dibuang sembarangan saat pendakian.

Apalagi, sebut Faizin, jika titik bukit Cendono itu terbakar, dipastikan akan merembet ke kawasan Batu dan Malang.

Sebab, di titik itu merupakan pertemuan antara beberapa bukit di Pegunungan Anjasmoro.

’’Jadi saya yakin kalau sudah terbakar susah untuk dipadamkan, itu kawasan konservasi kok sekarang dirubah jadi tempat pendakian, menyakitkan bagi kami. Ayo kita selamatkan satwa-satwa yang ada di sana, biar mereka hidup tenang dan nyaman. Kalau tidak kita siapa lagi,’’ paparnya.

Dia menegaskan, gunung yang berada di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu selama ini menjadi tempat tinggal Harimau Jawa, rusa hingga kijang.

’’Jadi, bukan potensi kebakaran, tapi juga terganggunya ekosistem di kawasan itu. Jadi kami menolak keras dengan pembukaan jalur pendakian ini, habitat satwa terganggu,’’ tegas pria yang juga relawan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Tahura R Soerjo Ahmad Wahyudi, mengatakan, jalur pendakian di Bukit Cendono memang sengaja dibuka untuk masyarakat umum.

Sejumlah faktor jadi pertimbangan untuk melegalkan para pendaki menikmati panorama di bukit yang merupakan bagian dari gugusan Gunung Anjasmoro.

’’Aktivitas pendakian sudah sering dilakukan masyarakat. Jadi, sekalian kita buka, daripada masyarakat mendaki secara ilegal,’’ ungkapnya.

Dengan dibukanya pendakian, Wahyudi juga mambantah akan rentan terjadi kebakaran hutan. Justru dengan dibuka secara legal, kebakaran bisa diantisipasi dan dilokalisir.

Apalagi, selama ini dia mengklaim kebakaran tidak disebabkan karena aktivitas pendakian, melainkan oleh kegiatan ilegal dalam kawasan. Seperti perburuan satwa secara liar.

’’Tapi tetap kita tidak akan mengizinkan para pendaki membuat api unggun karena itu akan berpotensi, tetapi kan bukan karena itu kebakaran hutan itu, tapi kita jaga-jaga,’’ katanya.

Terkait hutan konservasi, Wahyudi menegaskan, jika semua pendakian yang ada di Jawa Timur juga merupakan kawsan konservasi. Seperti Gunung Arjuno dan Welirang.

'’Anjasmoro juga kawasan konservasi, tapi kan kita sampai bukitnya, di bawahnya, tidak sampai menggangu satwa, kita akan membatasi, mana yang bisa dimasuki dan mana yang tidak, sudah kita petakan,’’ jelasnya. (ori/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#anjasmoro #Jalur #pegunungan #Pembatasan aktifitas #cendono #kabupaten #lereng #bukit #gunung #mojokerto #pendakian