Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengungkapkan, paket proyek lanskap Jalan Empunal saat ini masih tahap lelang.
Diperkirakan, pekerjaan fisik mulai digulirkan Agustus mendatang setelah ditetapkan pemenang tender.
Menurutnya, pekerjaan konstruksi tersebut merupakan tahap lanjutan dari megaproyek peningkatan Jalan Empunala yang menyerap anggaran Rp 101,4 miliar tahun di 2022.
’’Tahun ini kita lakukan penyempurnaan dengan penataan di sisa lahan aset milik pemerintah yang di luar trotoar,’’ terangnya kemarin.
Sisa lahan tersebut, ungkap Endah, bakal dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau. Selain itu, sebagian lahan lainnya juga akan dilengkapi dengan menambah bangku taman. ’’Termasuk pemasangan bollard,’’ ulasnya.
Pembatas yang didesain dengan bentuk onde-onde dipasang di sepanjang jalur pedestrian di ruas Jalan Empunala.
Selain membatasi agar kendaraan bermotor tidak melewati trotoar, bollard juga berfungsi agar jalur khusus pejalan kaki itu tidak dijadikan sebagai tempat pedagang kaki lima (PKL). ’’Nanti akan ditambah juga untuk tempat duduk,’’ imbuh dia.
Dikatakannya, pekerjaan lanjutan ini juga akan merampungkan umpak dari tiang penerangan jalan umum (PJU) yang belum terselesaikan di tahap sebelumnya.
Pelaksanaan pekerjaan akan digulirkan serentak dengan revitalisasi jalur pedestrian di tujuh ruas jalan lainnya.
Antara lain menyasar trotoar Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Bhayangkara, Jalan Taman Siswa, Jalan Karyawan Baru, Jalan Niaga. Perombakan jalur pejalan kaki itu diplot dengan total pagu anggaran sebesar Rp 17,35 miliar. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah