Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan DLH Kota Mojokerto Indra Suryadiansyah mengatakan, proyek lanjutan rehabilitasi alun-alun sedang dalam tahap pekerjaan. Berkontrak sejak 5 Juni lalu, kontraktor di-deadline merampungkan hingga 2 Oktober mendatang. ”Jadi, tiga bulan ke depan sudah harus selesai,” terangnya.
Indra menyatakan, pekerjaan dengan kontrak Rp 888 juta ini menjadi proyek pamungkas dari revitalisasi alun-alun yang berlangsung sejak 2020. Tahun ini, prioritas pekerjaan yakni menyelesaikan kolam Surya Majapahit yang menjadi dasar tugu.
”Kita fokus perpipaan untuk kolam, kemarin juga batu andesit untuk dinding kolam dan lantai juga sudah datang,” tandasnya.
Di samping itu, paket finishing juga menyentuh ornamen ukiran pada dinding tugu. Termasuk pemasangan pagar keliling. ”Kan bangunan tugu agak tinggi, jadi ta kasih pagar di samping-sampingnya untuk pengamanan,” jelas dia.
Tugu alun-alun juga bakal dilengkapi dengan diorama yang dipasang di empat sisi dinding. Masing-masing akan menggambarkan tentang empat peristiwa bersejarah dari hasil koordinasi dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto.
Diorama tersebut bertujuan untuk menambah sisi historis dari tugu Alun-Alun Wiraraja memadukan unsur Majapahitan dan peringatan kemerdekaan. ”Sekarang masih dalam proses pengerjaan, di masing-masing sisi dinding tuhu ada ceritanya sendiri nanti,” imbuhnya.
Tahun lalu, Pemkot Mojokerto empat proyek sekaligus di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Di antaranya pembangunan tugu dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar. Selain itu juga melakukan rehabilitasi saluran dan trotoar yang menyerap anggaran sebesar Rp 2,9 miliar.
Di sepanjang jalur pedestrian juga dipasang lampu dengan ornamen gaya ukiran Majapahit.
Sedangkan dua proyek lainnya yakni pembangunan Skywalk Mojopahit yang menyerap Rp 7,9 miliar. Kemudian di masa P-APBD 2022 juga ditambah dengan rehabilitasi taman dengan nilai kontrak Rp 199,8 juta. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah