Selain opsi relokasi pedagang, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto juga berencana untuk menjadikan Rest Area Gunung Gedangan sebagai tempat pemberhentian kendaraan umum.
Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto Heri Setiyawan mengungkapkan, pihaknya kini sedang melakukan kajian untuk menghidupkan pasar tradisional yang dibangun pemda. Di antaranya Pasar Rakyat Prapanca di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon.
Pasalnya, pasar dengan kapasitas 104 los dan 11 kios ini kondisinya banyak yang kosong lantaran ditinggal pedagang. ”Pasar Prapanca memang belum termanfaatkan dengan maksimal,” tandasnya.
Saat ini, ungkap Heri, upaya yang dilakukan sebatas menggelar kegiatan yang mendatangkan pembeli. Di antaranya dengan menggelar giat operasi pasar murah.
Namun, diakuinya, upaya tersebut masih perlu ditunjang dengan kebijakan lainnya. ”Ke depan masih kami kaji cara untuk meramaikannya,” tandasnya.
Langkah serupa juga diterapkan pada Rest Area Gunung Gedangan. Mengingat, masih banyak kios yang lowong pada proyek yang rampung dibangun dua tahun lalu itu.
Heri menyebut tengah mengusulkan ke dinas perhubungan (dishub) untuk didirikan tempat pemberhentian kendaraan umum. ”Kami mengusulkan halte di rest area,” imbuhnya.
Menurutnya, rencana tersebut diharapkan dapat mendukung upaya-upaya pemda lainnya untuk menghidupkan proyek yang diresmikan Juni 2021. Karena salah satu yang memicu kosongnya kios adalah faktor sepinya pengunjung.
”Kalau jadi jujugan kendaraan, harapannya di situ bisa menghidupkan usaha warung dan yang lainnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga bakal mengambil opsi untuk menjadikan rest area menjadi tempat relokasi pedagang.
Sasarannya adalah para pedagang kaki lima (PKL) angkringan yang menjamur di jalur pedestrian Jalan Empunala.
Di samping itu, Pemkot Mojokerto juga berencana untuk memanfaatkan space di bawah Rest Area Gunung Gedangan untuk dijadikan tempat perdagangan ikan hias dan tanaman hias.
Sedianya, di area bawah tersebut disiapkan untuk tempat relokasi pedagang buah dari Pasar Tanjung Anyar. Namun, para pedagang memilih untuk menyewa tempat baru yang tidak jauh dari pasar. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah