KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto tak kunjung mengantongi rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menggulirkan seleksi terbuka (selter). Lelang jabatan sedianya akan digulirkan untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang lowong di sembilan kursi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto Muhammad Imron mengatakan, usulan selter telah dilayangkan sejak sebulan yang lalu. Namun, hingga kemarin KASN belum menerbitkan rekomendasi ke Pemkot Mojokerto. ”Belum, sementara masih menunggu,” ungkapnya (Jumat (7/7).
Menurutnya, rekomendasi KASN bakal dijadikan dasar untuk menggulirkan selter pada jabatan setingkat eselon II B yang kosong. Hingga saat ini, total terdapat 9 kursi JPTP di lingkungan Pemkot Mojokerto yang lowong.
Menurutnya, dari rekomendasi KASN nanti juga akan ditetapkan berapa kursi jabatan yang direstui untuk dilelang. ”Dari yang kita usulkan itu akan dievaluasi oleh KASN. Apakah nanti turun (rekomendasi) semua atau ada pengurangan,” ujarnya.
Dengan kosongnya pejabat definitif pada kursi JPTP, maka posisinya diduduki sementara oleh pelaksana tugas (Plt). Antara lain Asisten Administrasi Umum Abd. Rachman Tuwo merangkap sebagai Plt kepala dinas perpustakaan dan arsip (dispusip).
Selain itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Heryana Dodik Murtono juga menduduki kursi kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) sebagai Plt.
Demikian dengan Plt kepala dinas lingkungan hidup (DLH) yang saat ini masih diisi Amin Wachid. Sedangkan Moh. Soegeng juga ditunjuk menjadi Plt inspektur. Sementara itu, Plt kepala di empat OPD lainnya diduduki oleh sekretaris masing-masing.
Meliputi kepala dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu dan tenaga kerja (DPMPTSP Naker); kepala badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol); kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP); kepala dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPUPRPRKP). Sedangkan kursi staf ahli wali kota bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan masih tetap dibiarkan kosong.
Imron menambahkan, pihaknya akan langsung mengumumkan kursi eselon II setelah mengantongi persetujuan dari KASN. ”Kalau rekomendasi turun, kita buka pengumumannya kemudian selter,” pungkasnya.
Dia mengaku tidak mengetahui penyebab tak kunjung turunnya rekomendasi selter yang diajukan pemkot. Namun, pihaknya memastikan bahwa usulan sudah diterima dan sedang diproses di KASN. ”Sudah kita komunikasikan juga (ke KASN), tapi memang belum turun,” pungkasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah