Tak ketinggalan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pun ikut menjajal kebolehannya dalam mengolah tahu tek. Berduet dengan dengan suaminya, Supriyadi Karima Saiful, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini saling berbagi tugas dan sukses menghasilkan seporsi makanan khas dengan siraman bumbu kacang itu. ”Baru pertama kali saya membuat tahu tek. Ternyata membutuhkan kesabaran dan ketenangan yang ekstra,” ungkap Ning Ita.
Wali kota menyampaikan, menu tahu tek sengaja dipilih untuk difestivalkan dalam acara yang digelar. Dipilih makanan yang memadukan bahan dasar tahu dan lontong ini merupakan jenis kuliner yang sangat familiar bagi warga Kota Mojokerto dan sekitarnya.
Karena itu, tahu tek diangkat menjadi menu yang dilombakan untuk memeriahkan HUT Ke-105 Kota Mojokerto. Tak hanya dari sisi rasa, ajang tersebut juga untuk memperkaya kreasi makanan dengan bumbu petis ini. ”Dalam festival ini saya mendorong untuk memodifikasi tampilan serta rasa agar menjadi the next level,” tandasnya.
Ning Ita menambahkan, upaya itu selaras dengan salah satu prioritas pembangunan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata sejarah dan budaya. Karena kuliner adalah bagian dari ekosistem pariwisata.
Pada kesempatan itu, Ning Ita mengajak seluruh warga Kota Mojokerto untuk turut serta berpartisipasi dalam memeriahkan HUT Ke-105 Kota Mojokerto. Karena di halaman parkir timur Sunrise Mall juga dilangsungkan Festival Kuliner besutan Diskopukmperindag Kota Mojokerto yang berlangsung hingga 24 Juni nanti.
Selain menyajikan bazar makanan, juga terdapat wahana permainan, lomba permainan tradisional, Mojokerto Kuno Kini, dan event musik serta festival band dengan menghadirkan bintang tamu papan atas. Mulai dari Niken Sallindry, Rena KDI, Dinner Session, hingga NAFF. ”HUT tahun ini bukan milik pemerintah saja, tapi milik seluruh masyarakat Kota Mojokerto. Untuk itu semua harus ikut berkontribusi memeriahkan rangkaian acara ini,” seru Ning Ita.
Wali perempuan pertama ini juga mengajak warga Kota Mojokerto untuk mengikuti upacara dan pesta rakyat yang akan digelar 20 Juni 2023 di Alun-alun Wiraraja. Di mana dalam pesta rakyat tersebut akan ada tumpeng raksasa yang terdiri dari onde-onde, palawija, serta alas kaki berupa sandal dan sepatu. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah