Dengan menerobos Jalan Empunala atau simpang tiga Mlirip Jetis sebagai alternatif menghindari jalan bypass yang sedang dilebarkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII.
Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjio Budi Santoso mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin agar lalu lintas terkondisikan stabil. Hanya saja, berdasarkan hasil koordinasi dengan BBPJN, proyek pengecoran tidak bisa selesai dalam waktu sekejap. Bahkan, kerap molor dari target yang sudah disepakati. ’’Informasi awal memang ditargetkan awal Juni selesai. Namun konfirmasi ulang, ternyata minta targetnya sampai sebulan,’’ ujarnya.
Bukan hanya saat ini, beban jalan di dalam kota ke depan juga diprediksi makin berat imbas proyek multiyears tersebut. Pasalnya, proyek pelebaran jalan nasional tersebut mulai menapak di simpang lima Kenanten, Puri ke selatan. Di mana, arus transportasi dari Surabaya dan Jombang bakal kembali tersendat. Sementara, satu-satunya jalur alternatif dari kedua arus hanya ada satu, yakni simpang tiga Jampirogo menuju dalam kota atau sebaliknya.
Hal ini yang dinilai Heru bakal menjadi pekerjaan beratnya dalam mengatur lalu lintas di dalam kota. ’’Untuk pengerjaan cor di bypass kedundung sampai Gunung Gedangan, masih ada jalur alternatif utara sungai maupun ke Mojosari. Namun untuk yang pengerjaan di simpang lima Kenanten, jalur alternatifnya hanya ada di Jampirogo masuk ke kota dan sebaliknya,’’ tambahnya.
Saat ini, Heru terus menyiasati lalu lintas dalam kota agar tidak sampai terjadi kemacetan. Yakni dengan memasang water barrier untuk menghambat laju angkutan barang dan penumpang agar tidak melintas di dalam kota.
Melainkan tetap memanfaatkan jalur bypass meski hanya bisa digunakan dalam satu jalur saja. ’’Sudah kami upayakan dengan tidak banyak kendaraan roda empat keatas yang lewat di jalur dalam kota. Kami minta tetap menggunakan alur bypass sebagaimana mestinya,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah