Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Imbas Proyek Bypass Molor, Jalur Tengah Kota Mojokerto Kian Padat

Fendy Hermansyah • Jumat, 9 Juni 2023 | 15:35 WIB
PADAT MERAYAP: Kendaraan angkutan berat dan penumpang melintasi jalur bypass yang hanya bisa dilintasi satu jalur saja imbas molornya pengerjaan pengecoran. (Sofan Kurniawan/JPRM)
PADAT MERAYAP: Kendaraan angkutan berat dan penumpang melintasi jalur bypass yang hanya bisa dilintasi satu jalur saja imbas molornya pengerjaan pengecoran. (Sofan Kurniawan/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Molornya pengerjaan pengecoran bypass membuat beban lalu lintas di dalam Kota Mojokerto makin padat. Tidak hanya saat libur weekend, kepadatan volume kendaraan juga kerap terjadi saat hari-hari biasa. Bahkan, saat malam hari, kendaraan pribadi maupun angkutan berat terlihat mendominasi di sepanjang jalan Gajah Mada hingga Pahlawan.

Dengan menerobos Jalan Empunala atau simpang tiga Mlirip Jetis sebagai alternatif menghindari jalan bypass yang sedang dilebarkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjio Budi Santoso mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin agar lalu lintas terkondisikan stabil. Hanya saja, berdasarkan hasil koordinasi dengan BBPJN, proyek pengecoran tidak bisa selesai dalam waktu sekejap. Bahkan, kerap molor dari target yang sudah disepakati. ’’Informasi awal memang ditargetkan awal Juni selesai. Namun konfirmasi ulang, ternyata minta targetnya sampai sebulan,’’ ujarnya.

Bukan hanya saat ini, beban jalan di dalam kota ke depan juga diprediksi makin berat imbas proyek multiyears tersebut. Pasalnya, proyek pelebaran jalan nasional tersebut mulai menapak di simpang lima Kenanten, Puri ke selatan. Di mana, arus transportasi dari Surabaya dan Jombang bakal kembali tersendat. Sementara, satu-satunya jalur alternatif dari kedua arus hanya ada satu, yakni simpang tiga Jampirogo menuju dalam kota atau sebaliknya.

Hal ini yang dinilai Heru bakal menjadi pekerjaan beratnya dalam mengatur lalu lintas di dalam kota. ’’Untuk pengerjaan cor di bypass kedundung sampai Gunung Gedangan, masih ada jalur alternatif utara sungai maupun ke Mojosari. Namun untuk yang pengerjaan di simpang lima Kenanten, jalur alternatifnya hanya ada di Jampirogo masuk ke kota dan sebaliknya,’’ tambahnya.

Saat ini, Heru terus menyiasati lalu lintas dalam kota agar tidak sampai terjadi kemacetan. Yakni dengan memasang water barrier untuk menghambat laju angkutan barang dan penumpang agar tidak melintas di dalam kota.

Melainkan tetap memanfaatkan jalur bypass meski hanya bisa digunakan dalam satu jalur saja. ’’Sudah kami upayakan dengan tidak banyak kendaraan roda empat keatas yang lewat di jalur dalam kota. Kami minta tetap menggunakan alur bypass sebagaimana mestinya,’’ pungkasnya. (far/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #bypass mojokerto #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #pacet #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #jalur tengah #proyek bypass #soekarno #proyek molor #trowulan #onde-onde