Didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Danrem 082 CPYJ, Dandim 0815/Mojokerto, dan Forkopimda Kabupaten Mojokerto, tim wasev mengecek tiap progres pengerjaan yang berhasil dituntaskan. Mulai infrastruktur pertanian, jalan kampung, jamban, renovasi rumah, hingga perbaikan gedung sekolah. ’’Kegiatan TMMD ini adalah kegiatan rutin, setiap tahunnya Kabupaten Mojokerto selalu mendapat kesempatan untuk menjadi tempat pelaksanaan TMMD,’’ ungkap Ikfina menyambut kedatangan tim wasev.
TMMD di Desa Randuharjo yang dimulai 10 Mei 2023 mengusung tema Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat. Terdapat enam sasaran pembangunan fisik yang jadi fokus. Pertama, jalan usaha tani (JUT) Desa Randuharjo terdapat dua titik. Kedua, jalan lingkungan di Desa Randuharjo yang berada di Dusun Kamotan Wetan dan jalan di Dusun Randurancang.
Selanjutnya, rehab musala Nurul Hidayatulloh yang berada di Dusun Arjosari dengan anggaran Rp 100 juta. Sasaran keempat yakni rehab ruang kelas SDN Randuharjo 2 dengan anggaran Rp 200 juta. Sementara itu terdapat sasaran tambahan berupa pembangunan jambanisasi dengan anggaran Rp 213 juta dengan sasaran realisasi 16 unit jamban. Serta renovasi rumah tidak layak huni sebanyak 9 unit dengan anggaran Rp 180 juta.
Selain pembangunan fisik, juga kegiatan nonfisik. Meliputi, senam dan gebyar minum tablet penambah darah bersama, pelatihan batik ecoprint, pelayanan administrasi kependudukan keliling (e-KTP, KIA, akta kelahiran, akta kematian, KK). Selanjutnya ada pelatihan pembuatan kue kering, pelayanan mobil perpustakaan keliling, pemberian bantuan disinfektan, serta pelayanan kesehatan hewan. ’’Tujuan utama program TMMD adalah pemerataan pembangunan nasional untuk lebih sejahtera, adil dan gotong royong, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat,’’ tandasnya.
Bupati Ikfina berharap, pelaksanaan TMMD ke-117 tahun 2024 mendatang akan lebih siap dan pelaksanaannya harus lebih maksimal lagi.
Ketua Tim Wasev Mabes TNI AD Brigjen Hari Mulyanto menegaskan, pelaksanaan TMMD ini bertujuan membantu percepatan pembangunan di daerah. ’’Prosesnya memang bottom up, jadi pembangunan ini berdasarkan saran masukan dari rakyat, kemudian disesuaikan dengan perencanaan serta anggarannya,’’ ungkapnya.
TMMD juga mempererat dan menumbuhkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. ’’Kemanunggalan TNI dengan rakyat ini sangat penting, karena TNI juga berasal dari rakyat. Maka dari itu, kemanunggalan ini perlu diwujudkan,’’ tegasnya. Brigjen Hari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan dan mewujudkan kelancaran pelaksanaan TMMD ke-116. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah