Proses pengerjaan yang berlangsung sejak awal Mei lalu tersebut untuk melanjutkan pengecoran mulai dari pintu masuk terminal Kertajaya Kota Mojokerto atau KM 48,2 hingga berakhir di KM 50,1 atau tepat di tikungan Jembatan Desa Kenanten, Kecamatan Puri. ’’Sudah berjalan sejak minggu lalu, maka dari itu, lalu lintas terminal kami tutup sementara karena ada proyek pelebaran jalan. Sehingga naik turun penumpang saat ini dialihkan di pinggir jalan bypass Kota Mojokerto,’’ ujar Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Yoyok Kristyowahono.
Yoyok tak memungkiri, pengerjaan proyek secara otomatis bakal kembali mengganggu lalu lalang kendaraan di sekitar jalan nasional tersebut. Khususnya di simpang lima Kenanten sebagai titik pertemuan arus besar kendaraan dari empat penjuru, mulai dari Surabaya, Jombang, Kota Mojokerto dan Mojokerto. Sehingga antrean panjang kendaraan bakal kembali terjadi selama proyek bergulir.
Meski begitu, Yoyok menegaskan, pelebaran tersebut justru menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan yang biasa muncul di bypass. Khususnya saat weekend yang kerap dilalui hingga ribuan kendaraan yang mengakibatkan munculnya antrean panjang. Mengingat lebar jalan di sekitar bypass Kenanten dinilai terlalu sempit sehingga butuh perluasan untuk mengurangi beban jalan. ’’Jalan itu kan dilebarkan masing-masing 1,5 meter baik sisi timur dan barat. Artinya, beban jalan nantinya akan menjadi lebih ringan dengan volume kendaraan yang melintas,’’ tandasnya.
Untuk mengatasi keruwetan lalu lintas, dishub bersama BBPJN VIII dan Satlantas Polres Mojokerto mulai merancang pola-pola pengalihan arus. Termasuk dengan memasukkan kembali kendaraan pribadi ke jalur kota. Hal ini yang perlu diantisipasi agar tingkat kemacetan tidak semakin parah dan kecelakaan bisa diminimalisir. ’’Sudah kami koordinasikan bersama forum lalu lintas. Termasuk beberapa rekomendasi untuk seperti apa proyek pelebarannya,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, BBPJN VIII telah merampungkan proses pelebaran bypass mulai dari simpang empat Sekarputih hingga terminal Kertajaya. Dimulai sejak 2021, proyek telah menggapai sepanjang 4 kilometer dengan lebar jalan 12 meter. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah