Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Proyek Lanjutan Pelebaran Jalur Bypass Mojokerto Butuh Waktu Tiga Bulan

Fendy Hermansyah • Senin, 15 Mei 2023 | 15:20 WIB
PADAT: Sejumlah kendaraan harus berhati-hati saat melintas di Bypass Kenanten setelah proyek pelebaran jalan kembali dilanjutkan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
PADAT: Sejumlah kendaraan harus berhati-hati saat melintas di Bypass Kenanten setelah proyek pelebaran jalan kembali dilanjutkan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lalu lintas di sekitar jalan bypass Mojokerto, khususnya di simpang lima Kenanten, Puri kembali tersendat. Pasalnya, proyek pelebaran jalan nasional tersebut kembali dilanjutkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII setelah terhenti saat musim mudik Lebaran lalu. Proyek multiyears tersebut diperkirakan berjalan selama tiga bulan ke depan sepanjang 1,9 kilometer.

Proses pengerjaan yang berlangsung sejak awal Mei lalu tersebut untuk melanjutkan pengecoran mulai dari pintu masuk terminal Kertajaya Kota Mojokerto atau KM 48,2 hingga berakhir di KM 50,1 atau tepat di tikungan Jembatan Desa Kenanten, Kecamatan Puri. ’’Sudah berjalan sejak minggu lalu, maka dari itu, lalu lintas terminal kami tutup sementara karena ada proyek pelebaran jalan. Sehingga naik turun penumpang saat ini dialihkan di pinggir jalan bypass Kota Mojokerto,’’ ujar Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Yoyok Kristyowahono.

Yoyok tak memungkiri, pengerjaan proyek secara otomatis bakal kembali mengganggu lalu lalang kendaraan di sekitar jalan nasional tersebut. Khususnya di simpang lima Kenanten sebagai titik pertemuan arus besar kendaraan dari empat penjuru, mulai dari Surabaya, Jombang, Kota Mojokerto dan Mojokerto. Sehingga antrean panjang kendaraan bakal kembali terjadi selama proyek bergulir.

Meski begitu, Yoyok menegaskan, pelebaran tersebut justru menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan yang biasa muncul di bypass. Khususnya saat weekend yang kerap dilalui hingga ribuan kendaraan yang mengakibatkan munculnya antrean panjang. Mengingat lebar jalan di sekitar bypass Kenanten dinilai terlalu sempit sehingga butuh perluasan untuk mengurangi beban jalan. ’’Jalan itu kan dilebarkan masing-masing 1,5 meter baik sisi timur dan barat. Artinya, beban jalan nantinya akan menjadi lebih ringan dengan volume kendaraan yang melintas,’’ tandasnya.

Untuk mengatasi keruwetan lalu lintas, dishub bersama BBPJN VIII dan Satlantas Polres Mojokerto mulai merancang pola-pola pengalihan arus. Termasuk dengan memasukkan kembali kendaraan pribadi ke jalur kota. Hal ini yang perlu diantisipasi agar tingkat kemacetan tidak semakin parah dan kecelakaan bisa diminimalisir. ’’Sudah kami koordinasikan bersama forum lalu lintas. Termasuk beberapa rekomendasi untuk seperti apa proyek pelebarannya,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, BBPJN VIII telah merampungkan proses pelebaran bypass mulai dari simpang empat Sekarputih hingga terminal Kertajaya. Dimulai sejak 2021, proyek telah menggapai sepanjang 4 kilometer dengan lebar jalan 12 meter. (far/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #bypass mojokerto #pemkab #tiga bulan #mojokerto kota #kota onde-onde #radar mojokerto #pemkot #jalan nasional #trawas #pacet #sooko #jawa pos radar mojokerto #kerajaan majapahit #proyek #BBJN VIII #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #jalur bypass #soekarno #trowulan #onde-onde