Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M. Zainut Tamam mengatakan, hingga batas akhir sebelum perpanjangan pelunasan kemarin, tercatat baru 993 CJH yang sudah terkonfirmasi lunas. Mereka adalah CJH reguler dan lunas namun keberangkatannya tertunda pada 2020 serta 2022 dan sudah melengkapi biaya haji embarkasi Surabaya (SUB) sebesar Rp 55,9 juta.
’’Yang sudah konfirmasi sampai batas akhir pelunasan sebelum perpanjangan sebesar 993 CJH atau setara 71,5 persen. Kami sudah berupaya memaksimal mungkin melalui penyuluh di setiap KUA dan KBIHU untuk mendorong CJH segera melunasi Bipih,’’ ujarnya kemarin.
Kemenag sendiri kini memperpanjang masa pelunasan Bipih. Dari yang semula berakhir kemarin, diundur sepekan ke depan atau hingga 12 Mei nanti. Perpanjangan ini untuk memberikan waktu bagi jamaah agar segera melunasi Bipih.
Tak hanya itu, Kemenag pusat juga menambah kuota CJH cadangan dari semula 10 persen menjadi 15 persen dari kuota. Artinya, ada tambahan lebih dari 111 CJH cadangan yang siap mengisi kuota keberangkatan jika tidak terisi lengkap. Dan hingga pelunasan hari ini, Tamam sudah mendapati sebanyak 87 CJH cadangan yang sudah melengkapi Biaya perjalanan menuju tanah suci sebesar Rp 30,9 juta.
’’Ada tambahan kuota CJH cadangan, namun kami belum tahu jumlah pastinya berapa. Yang jelas menjadi 15 persen dari kuota yang sudah ditetapkan,’’ tandasnya. Untuk 394 CJH yang belum lunas, Tamam mengaku masih berupaya agar mereka dipastikan bisa berangkat tahun ini. Hanya saja, dari jumlah tersebut, seratusan CJH di antaranya sudah menyatakan menunda keberangkatan dengan bermacam kendala.
Mulai dari meninggal dunia, terpisah dengan keluarga atau pendamping, hingga tengah kesulitan ekonomi. ’’Untuk yang menunda, masih ada kesempatan untuk berpikir dan melunasi lagi. Kami pastikan kuota yang disediakan bisa terisi penuh,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah