Puncak peringatan HBP diikiti seluruh UPT Pemasyarakatan secara daring. Selain merefleksi kinerja, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja dan personel dari berbagai kategori. Di kategori lapas terbaik seluruh Indonesia, Lapas Kelas II-B Mojokerto berhasil meraih predikat terbaik kedua. Posisi terbaik pertama ditempati Lapas Pemuda Kelas II-A Tangerang dan Lapas Perempuan Kelas II-A Malang di posisi terbaik ketiga.
Penghargaan yang diraih Lapas Kelas II-B Mojokerto tak lepas dari buah dari kerja keras selama ini. Di bawah kepemimpinan Dedy Cahyadi, lapas yang beralamat di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto, itu telah menyabet status Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemenpan-RB sejak 2021. Di samping itu, sejumlah indikator kinerja juga menjadi penilaian prestasi. Antara lain raihan penghargaan dari berbagai lembaga, koordinasi dan kerja sama (MoU) dengan stakeholder terkait, hingga program-program pelayanan dan pengembangan warga binaan pemasyarakatan (WBK).
Dalam sambutannya, Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan motivasi dan semangat kepada seluruh UPT Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kinerja. Melalui puncak peringatan HBP bertema ’’Transformasi Pemasyarakatan Semakin Pasti Berakhlak, Indonesia Maju” ini, Yasonna juga berpesan kepada para warga binaan.
”Saya mendorong anak-anak saya yang berada di balik jeruji, buatlah karya-karya terbaikmu dan jangan menyerah dengan keadaan sekarang. Memang kalian tengah menebus dosa, kalian sedang menjalani hukuman. Tapi janganlah menjadikan itu sebagai penghalang bagi kreativitas kalian dalam berkarya,” ujarnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah