HUT ke-90 Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Mojokerto yang diperingati Senin (1/5) lalu terbilang istimewa. Pasalnya, perayaan ulang tahun itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan monumen Santo Yosef Pelindung Gereja Katolik Paroki St. Yosef Mojokerto.
Uniknya lagi, simbolis tersebut langsung dihadiri oleh dua kepala daerah, Bupati Ikfina Fahmawati dan Wali Kota Ika Puspitasari. Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Mojokerto dengan ucapan selamat ulang tahun ke-90 untuk Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Mojokerto. Wali kota juga memberikan apresiasi peran para jemaat Gereja Katolik Santo Yosef Mojokerto dalam mewujudkan keharmonisan umat beragama di Mojokerto Raya. ’’Kita dianugerahi Harmoni Award. Itu bentuk apresiasi bahwa di kota kecil ini kita mampu menjaga harmonisasi dan toleransi seluruh umat beragama,’’ ujar Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Ning Ita menyatakan, Gereja Paroki Santo Yosef telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena bangunannya memiliki nilai sejarah tinggi. Itu selaras dengan upaya Kota Mojokerto menuju kota wisata berbasis sejarah dan budaya. ’’Gereja Paroki Santo Yosef kita tetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena memiliki histori yang cukup kental dengan masa kolonial Belanda. Dan, ini akan menjadi salah satu referensi wisata sejarah religi yang ada di Kota Mojokerto,’’ terangnya.
Dalam kegiatan itu, Bupati Ikfina dan Ning Ita berkesempatan menyapa dan berdialog dengan masyarakat jemaat Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Mojokerto. Ketua Panitia Peringatan HUT ke-90 Paroki St. Yosef Mojokerto Stephanus Dwi Hendro K. menuturkan, tema perayaan ulang tahun kali ini bertajuk Bersama Santo Yosef Mewujudkan Gereja Rumah Tangga atau Ecclesia Domestica.
Pihaknya berharap umat Katolik Paroki St. Yosef dapat meneladani Santo Yosef terutama dalam membina keluarga. ’’Santo Yosef adalah pribadi pekerja keras, pelindung keluarga yang setia. Maka, harapan dari peringatan HUT ke-90 ini, semoga umat Katolik Paroki St. Yosef dapat meneladani Santo Yosef terutama dalam keluarga sesuai temanya. Sehingga umat Katolik Paroki St. Yosef selalu hidup dengan guyub, rukun, penuh pelayanan dan misioner,’’ tutupnya. (oce/fen/adv)
Editor : Fendy Hermansyah