Pembongkaran warung dilakukan menggunakan alat berat oleh petugas Dinas PUPRPRKP Kota Mojokerto, kemarin. Langkah tegas tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil sidak Wali Kota Ika Puspitasari, Rabu (26/4).
Ning Ita, sapaan akrab wali kota mengatakan, pemkot sedianya telah menyiapkan 10 kios warung yang telah rampung dikerjakan pada proyek tahap pertama tahun lalu. Menurutnya, fasilitas tersebut disiapkan untuk merelokasi warung yang berada di area pasar hewan sekaligus pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Sekarputih, Kecamatan Magersari. ”Jadi, yang ada di pinggir-pinggir jalan itu nanti kita masukkan semuanya di area pasar ini,” terangnya.
Namun, kapasitas kios yang sudah terbangun belum mampu mengakomodir kebutuhan seluruh pedagang yang berkisar 50 orang. Sehingga, ungkap Ning Ita, kekurangan tersebut akan dipenuhi dengan menambah unit kios baru di kompleks Pasar Hewan Sekarputih tahun ini.
Menurutnya, pekerjaan lanjutan itu akan digulirkan bersamaan dengan proyek tahap dua yang menyentuh lanskap dan pagar. ”Sehingga, kami upayakan untuk segera membuatkan akses alternatif sebelum proyek tahap dua berjalan,” tandasnya.
Kemarin, alat berat telah diturunkan untuk membuatkan akses bagi pedagang. Mengingat, imbuh wali kota, paket proyek tahap dua pasar hewan sudah berproses lelang di Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Pembangunan Setdakot Mojokerto.
Akses alternatif menuju Pasar Hewan Sekarputih dibuatkan melalui Kantor UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mojokerto. Karena di lokasi tersebut tahun ini juga akan ditambah fasilitas taman. Tepatnya dibangun di area dua gapura berstatus cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda. ”Dua tugu ini akan kita lakukan revitalisasi jadi taman dengan tema Majapahitan,” pungkas Ning Ita.
Pembuatan akses jalan itu juga memaksa pemkot membongkar sebuah warung semi permanen yang masih berdiri di area pasar hewan. Supini, 74, pemilik warung mengaku pasrah karena telah mendapat pemberitahuan terkait penertiban tersebut. ”Sudah dikasih tahu, pokoknya setelah Hari Raya Lebaran sudah harus pindah,” terangnya.
Sebelum dibongkar, warga Lingkungan Sekarputih RT 03/RW 01 ini juga telah memboyong perabotan dan barang dagangannya ke tempat barunya. Itu karena Supini mengaku mendapat jatah satu kios yang tak jauh dari warung lamanya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah