Dalam apel pagi digelar di halaman kantor Pemkot Mojokerto di Jalan Gajah Mada, Ning Ita menginstruksikan agar semua pelayanan bisa kembali berjalan normal sejak hari pertama masuk kerja pasca cuti bersama Lebaran. ”Jangan ada lagi masih membawa suasana Idul Fitri sehingga kemudian pelayanan dilakukan dengan dispensasi-dispensasi tertentu. Karena masyarakat sangat membutuhkan kita, ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai ASN,” tegas Ning Ita.
Ning Ita berpesan kepada ASN untuk mengamalkan core velue BerAKHLAK yang merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Dalam kesempatan tersebut, wali kota bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga melangsungkan silaturahmi dengan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto.
Selepas apel, Ning Ita juga langsung memimpin inspeksi pelayanan masyarakat. Selain untuk melihat seluruh pelayanan publik sudah kembali berjalan normal, wali kota juga memastikan masyarakat tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pelayanan. ”Jadi, di hari pertama sudah harus full dalam memberikan pelayanan. Tidak ada lagi yang cuti-cuti karena ini terkait dengan pelayanan masyarakat, jangan sampai ada yang terkendala kebutuhan masyarakat akan pelayanan kita,” paparnya.
Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada di Jalan Gajah Mada, Nomor 100, menjadi objek pertama yang disidak wali kota bersama tim. Mengingat, pusat pelayanan yang diresmikan 22 Maret tahun 2022 itu membuka sebanyak 178 layanan dari 24 instansi yang berbeda. Baik dari pemerintah daerah maupun berasal dari instansi vertikal yang ada di Kota Mojokerto.
Sayangnya, dari inspeksi tersebut ditemukan ada sejumlah pelayanan dari instansi vertikal yang belum membuka pelayanan secara maksimal. ”Sehingga ini menjadi bahan bagi saya untuk melakukan koordinasi dengan instansi-instansi tersebut agar bisa memberikan pelayanan publik yang maksimal dan terpusat di satu tempat, yaitu MPP Gajah Mada,” tandas dia.
Sedangkan, instansi di bawah Pemkot Mojokerto, tegas Ning Ita, seluruhnya dipastikan telah kembali membuka pelayanan normal dengan full tim. ”Timnya sudah ada semua, dan insyaallah seluruh layanan bisa dilayani di MPP Gajah Mada,” imbuhnya.
Selanjutnya, Ning Ita juga melakukan inspeksi pelayanan perpajakan daerah di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto di Jalan Letkol Sumarjo. Wali kota menyebut, pelayanan perpajakan akan sepenuhnya dialihkan ke MPP Gajah Mada karena terkendala dengan ketersediaan lahan parkir. ”Di MPP Gajah Mada gedungnya sangat representetif dengan kapasitas parkir yang memadai di basement. Maka, saya akan melakukan peralihan pelayanan pajak yang semula terbagi dua akan kami pusatkan di MPP Gajah Mada,” sebutnya.
Sementara itu, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo menjadi jujukan inspeksi pelayanan kesehatan. Sebab, kata Ning Ita, sejauh ini pihaknya masih menerima keluhan masyarakat terkait pelayanan pendaftaran pasien.
Karena terdapat dua aplikasi yang disediakan oleh RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dan BPJS Kesehatan melalui JKN Mobile. Akibatnya, kata Ning Ita, seringkali terjadi crowded dalam proses pendaftaran pasien rawat jalan.
Sebagai solusi, Ning Ita menyatakan bakal mengintegrasikan kedua aplikasi pendaftaran pasien tersebut menjadi satu dashboard.
Menurutnya, langkah itu sesuai dengan arahan MenPAN-RB untuk mengefektifkan layanan mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian dan instansi terkait lainnya menjadi satu aplikasi. ”Jadi, kami akan upayakan untuk mengintegrasikan supaya lebih memudahkan masyarakat. Masyarakat tidak bingung dengan banyaknya aplikasi,” pungkasnya.
Di saat bersamaan, inspeksi juga dilakukan oleh tim yang dikomandoi Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo. Dengan sasaran objek pelayanan masyarakat di bawah Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto. (ram/ron/adv)
Editor : Fendy Hermansyah