-Siapkan Rekayasa Lalin Hadapi Arus Balik
MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan kendaraan mulai memadati jalur wisata Pacet dan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada H+2 Lebaran, Senin (24/4). Pengelola wisata diminta menerapkan sistem buka tutup kunjungan karena peningkatan volume kendaraan diprediksi terus melonjak hingga akhir pekan nanti.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menerangkan, memasuki H+2 Lebaran, volume kendaraan yang berlalu-lalang di jalur wisata Pacet-Trawas mulai mengalami tren peningkatan. Hingga pukul 17.00 kemarin, sistem ATCS milik dishub mencatat, total sekitar 43.800 mobil dan motor melalui jalur wisata Pacet. Di samping itu, sekitar 23.500 kendaraan juga berlalu-lalang di jalur wisata Trawas. ”Ada peningkatan sekitar 30 persen dari hari biasa,” tuturnya.
Namun, kata dia, peningkatan jumlah kendaraan tersebut tidak sampai menimbulkan tersendatnya arus lalu lintas dan kemacetan di kawasan wisata. ”Sampai sore ini (kemarin, Red) arus lalu lintas tidak ada yang crowded,” ungkapnya.
DPRKP2 memprediksi, volume kendaraan menuju sejumlah destinasi wisata di Pacet-Trawas bakal mengalami terus mengalami lonjakan hingga akhir minggu ini. Seiring dengan masa libur sekolah yang berlangsung hingga sepekan ke depan.
Mengantisipasi terjadinya kemacetan di kawasan wisata, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola wisata. Agar tidak memakan badan jalan sebagai lahan parkir kendaraan pengunjung lantaran bisa memicu kemacetan. ”Untuk wisata, kami tegaskan pada masing-masing pengelola supaya parkir kendaraan tidak sampai membeludak ke pinggir jalan. Harus ditutup kalau sudah penuh, supaya tidak bikin macet karena makan jalan,” paparnya.
Di samping itu, pihaknya juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus balik Lebaran. Menurutnya, puncak arus balik kali ini akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama pada hari ini seiring rampungnya cuti bersama Lebaran. Dan gelombang kedua pada akhir pekan nanti sesuai selesainya masa libur sekolah.
DPRKP2 bakal memberlakukan pengalihan arus secara situasional di titik-titik tertentu jika terjadi penumpukan kendaraan. ”Pengalihan arus ini sistemnya buka tutup. Seperti tadi (kemarin) ada sedikit penumpukan di Simpang Pekukukan. Kita alihkan kendaraan dari barat (Mojokerto) ke utara (Modopuro), sedangkan dari Ngoro, kita alihkan lewat Pekukuhan. Setelah sekitar satu jam dan terurai, kita buka lagi,” tandas Rachmat.
Hal senada disampaikan Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Yoyok Kristyowahono. Pihaknya memprediksi, arus balik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah bakal berlangsung sejak hari ini. Itu seiring dengan selesainya masa cuti bersama dan libur Lebaran mulai dari tanggal 19-25 April. ”Prediksi kami, besok tanggal 25 April (hari ini, Red) puncak arus baliknya. Karena tanggal 26 April sudah masuk kerja lagi,” terangnya.
Upaya penanganan kepadatan dan kemacetan kendaraan saat arus balik telah disiapkan. Yakni dengan skema pengalihan arus lalu lintas secara situasional ke sejumlah jalur alternaif yang ada. Seperti jika arus lalu lintas di Bypass Mojokerto tersendat, kendaraan dari arah Trowulan dialihkan ke dalam kota lewat ruas Jalan Sooko menuju Jalan Empunala atau Empugandring untuk kembali ke ruas jalan nasional. ”Beberapa traffic light juga bisa dibuat dua arah saja, tengahnya (persimpangan) kita buat sistem buka tutup. Seperti traffic light Lengkong atau Trowulan, itu bisa. Tapi pengalihan arus ini sifatya kondisional,” bebernya.
Dari pemantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin, lalu lalang kendaraan di sejumlah jalan protokol Kota Mojokerto tampak lancar tanpa hambatan sejak sekitar pukul 09.00 hingga 15.00 kemarin. Mulai dari ruas Jalan Pahlawan-Gajahmada, Jalan Empunala-Benteng Pancasila, Kawasan Alun-alun, Jalan Mojopahit, Jalan Brawijaya, hingga Jalan Surodinawan. Arus lalu lintas kendaraan keluar dan masuk Kota Mojokerto tidak mengalami peningkatan volume. (vad/ram)
Editor : Fendy Hermansyah