KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 30 sopir bus dan kendaraannya turut diperiksa kesehatannya saat transit di terminal Kertajaya Kota Mojokerto, kemarin. Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi kecelakaan yang mengakibatkan munculnya korban jiwa selama mudik Lebaran 2023.
Dalam pengecekan tersebut, satu persatu sopir bus baik jarak pendek maupun jarak jauh diwajibkan menjalani medical check up. Mulai dari uji darah hingga tes urine. Pemeriksaan ini untuk mendeteksi adanya penyakit atau kandungan obat terlarang di dalam tubuh sopir yang dapat mempengaruhi kinerjanya.
Dari uji darah dan urine tersebut, ditemukan separo lebih dari jumlah sample sopir yang menderita kolesterol dan darah tinggi. Sementara untuk hasil urine, tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adisatria mengatakan, pemeriksaan kesehatan sopir sangat penting guna menjamin keselamatan penumpang selama musim mudik Lebaran. Dengan diketahuinya kesehatan sopir, maka perjalanan pemudik lebih terjamin.
Apalagi, masa mudik Lebaran mulai mengalami peningkatan, sehingga perlu diantisipasi tingkat keselamatan penumpang bus selama dalam perjalanan. ’’Besok (hari ini, Red) sudah libur, diperkirakan hari ini (kemarin, Red) sudah mulai peningkatan arus. Maka dari itu, kami lakukan pemeriksaan acak terhadap kesehatan sopir. Sehingga kami bisa memastikan bahwa para sopir ini mengemudikan dalam kondisi sehat dan tidak terpengaruh oleh narkoba,’’ tegasnya.
Meski mengidap kolesterol dan darah tinggi, hal itu dinilai masih layak mengoperasikan bus. Mereka tidak dilarang membawa penumpang meski dalam situasi jarak jauh. Tidak hanya kesehatan sopir, kelaikan armada bus juga dicek satupersatu petugas Dishub Jatim lewat Rampchek. Pengecekan dimulai dari kondisi ulir ban yang tak kurang dari 1 milimeter, adanya palu pemecah kaca, hingga handle rem yang masih berfungsi.
Termasuk tekanan rem angin yang masih kuat hingga masih aktifnya sejumlah alat pendukung seperti lampu sein dan lampu indikator rem, riting, sabuk pengaman menyilang, hingga wiper.
Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Yoyok Kristyowahono mengatakan, rampcheck diutamakan pada armada bus trayek jarak jauh, seperti Surabaya-Trenggalek, atau Surabaya-Solo. Namun dari 30 armada bus yang diperiksa, tidak satu pun yang ditemukan kekurangan. Semuanya dianggap layak jalan dalam mengangkut pemudik. ’’Dan alhamdulillah belum kami dapati bus yang tidak laik jalan,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah