Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bikin Resah Warga Trowulan, Konvoi Patrol Sound System di Mojokerto Ditilang

Fendy Hermansyah • Minggu, 16 April 2023 | 22:47 WIB
BIKIN BISING: Polisi menghadang truk rombongan patrol sound sistem yang melintas di Desa Pakem, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dini hari tadi. (Yulianto Adi Nugroho/Jawa Pos Radar Mojokerto)
BIKIN BISING: Polisi menghadang truk rombongan patrol sound sistem yang melintas di Desa Pakem, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dini hari tadi. (Yulianto Adi Nugroho/Jawa Pos Radar Mojokerto)
TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Peringatan untuk warga yang hobi patrol menggunakan pengeras suara agar tidak berlebihan. Minggu (16/4) dini hari, polisi menilang 4 kendaraan truk dan pikap rombongan patrol sound sistem yang keliling kampung di Kecamatan Trowulan. Selain suaranya yang bising, kegiatan patrol ini sudah tak wajar karena berlangsung pukul 01.00.

Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi menjelaskan, 4 kendaraan tersebut diamankan polisi saat melintas di beberapa desa di Kecamatan Trowulan. Mereka keliling kampung memutar musik dengan sound sistem orkes menggunakan truk dan pikap. Namun, niat membangunkan sahur sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan ini justru menuai keluhan masyarakat.

"Keluhan warga sudah banyak, laporan tertulis juga ada sehingga kami tindaklanjuti," tuturnya. Dentuman musik rombongan patrol itu dinilai sudah melewati batas kewajaran. Suaranya sangat keras sampai-sampai menggetarkan kaca dan dinding rumah warga. Yang lebih tak masuk akal lagi, kegiatan patrol ini berlangsung pukul 01.00. Jam di mana sebagian warga sedang beristirahat.

Bukannya membuat orang bangun sahur, kondisi ini jelas mengganggu warga hingga akhirnya polisi pun bertindak. "Kalau kaca rumah rusak masih bisa diganti, kalau bayi terus-terusan menangis kena dentuman ini jelas berbahaya," lontranya. Imam mengatakan, 4 kendaraan berupa truk dan pikap pembawa sound sistem itu diamankan saat melintas di Desa Pakem. Mereka berasal dari Desa Panggih dan Desa Balongwono. Selain dari wilayah Trowulan, rombongan sound sistem ini juga berasal dari Curahmalang, Sumobito, Jombang.

Penindakan ini dilakukan Polsek Trowulan bersama Satlantas Polres Mojokerto yang sedang patroli. Penindakan tegas berupa tilang langsung diberikan. "Ada 4 yang ditilang dan 2 diberi teguran tertulis. Dari 4 kendaraan itu, ada 1 truk yang diamankan ke polres karena tidak ada surat-suratnya," tegas Imam. Para pemuda yang terlibat kegiatan ini juga diberi peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatannya.

Imam menyatakan, kegiatan patrol tak dilarang. Yang penting dilakukan secara tertib dan justu tidak menjadi masalah baru tak lain keliling kampung menggunakan sound sistem seperti ini. "Kalau yang pakai musik sound sistem ini bukan lagi membangunkan sahur, ini memang niatnya membuat bising," tandasnya. (adi) Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah soekarno muda #sound system #Kota Mojokerto #konvoi patrol #rombongan patrol #mojokerto #ditilang #patrol #trowulan #onde-onde