Lencana Bakti Desa Pertama diserahkan langsung Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar di Surabaya, Surabaya, 27 Oktober 2022. Piagam tersebut diberikan atas komitmen dan kerja keras dalam mendorong percepatan pembangunan desa sehingga Kabupaten Mojokerto bebas dari desa berstatus tertinggal.
Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Yudha Akbar Prabowo mengungkapkan, dari 299 desa se-Kabupaten Mojokerto, seluruhnya berhasil mencapai status berkembang, maju, dan mandiri. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Mojokerto tahun 2022, terdapat 69 desa mandiri. ”Jumlah desa mandiri di Kabupaten Mojokerto akan terus diupayakan meningkat di tahun 2023 ini,” tambahnya.
Bahkan, Bupati Ikfina Fahmawati menargetkan peningkatan bisa menyentuh 200 desa mandiri. Dan, 99 desa lainnya dipacu untuk bisa menyusul hingga seluruh desa di Kabupaten Mojokerto 100 persen berstatus desa mandiri di tahun 2024.
Di awal tahun ini, apresiasi kembali diterima Bupati Ikfina dengan diraihnya piagam Lencana Bakti Ekonomi Desa dari Mendes PDTT. Penghargaan tersebut diperoleh tuntasnya transformasi kelembagaan eks PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Lembaga Keuangan Desa (LKD) di Kabupaten Mojokerto.
Yudha Akbar menyebutkan, terdapat 13 BUMDesma yang telah resmi di-launching oleh Bupati Ikfina, Rabu (22/2). Dengan modal awal Rp 17,6 miliar, BUMDesma yang terletak di 13 kecamatan itu mampu berkembang menjadi Rp 90,6 miliar sampai dengan 31 Desember 2022. ”Jadi, di Kabupaten Mojokerto sudah melakukan transformasi 100 persen dari eks PNPM menjadi BUMDesma 100 persen.
Di samping itu, BUMDesa Mutiara Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan juga mengharumkan nama Kabupaten Mojokerto. Karena BUMDesa Inspiratif Kategori BUM Desa Bermanfaat 2023 tingkat nasional. Yudha Akbar berharap, BUMDesa di Kabupaten Mojokerto dapat memberikan dampak manfaat bagi masyarakat. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah