Para pedagang yang lolos seleksi akan mulai berdagang di lokasi ini mulai Ramadan nanti. ’’Sebelum Ramadan, pusat kuliner ini akan kita launching. Karena sebelum itu kita lakukan kurasi untuk menentukan produk UKM atau IKM apa saja yang layak untuk diperjualbelikan di sini,’’ ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, kemarin.
Seleksi dilakukan dengan cara kurasi produk yang dilakukan dua chef asal Lamongan. Proses ini dipantau langsung oleh Ning Ita. Didampingi Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya, wali kota memberikan penilaian terkait cita rasa, harga maupun takaran porsi. ’’Karena peminatnya membludak, sehingga tidak semua peserta akan tertampung. Untuk itu, perlu dilakukan proses kurasi dan bagi yang belum bisa lolos, jangan berkecil hati,’’ tambahnya.
Sesuai data, terdapat 66 pedagang yang mendaftar dari 56 stan yang tersedia. Terdiri 56 pemohon baru dan 10 lapak hasil relokasi pedagang di Jalan Veteran. ’’Bagi yang lolos kurasi, jangan lupa mainkan keberadaan sosmed untuk mempromosikan tempat ini semasif mungkin biar semakin banyak yang minat datang ke Kota Mojokerto,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan, kemarin merupakan pertemuan kedua kalinya dengan para calon penghuni lapak skywalk. ’’Syarat dan ketentuan sudah kami sampaikan saat pertemuan pertama, hari ini para calon penghuni lapak diperkenankan membawa contoh produk mamin untuk dilakukan kurasi oleh chef. Dan hasilnya akan kita sampaikan dua hari setelahnya,’’ ungkapnya.
Dari hasil appraisal, harga sewa kios di patok sebesar Rp 1 juta per bulan. Sedangkan untuk lapak kontainer dibanderol Rp 750 ribu perbulan. Kendati begitu, kata Ani, untuk kios ada sebagian yang di-split menjadi dua stand. Hal itu agar bisa menampung lebih banyak lagi pedagang. ’’Dan sewanya kita perkecil menjadi Rp 500 ribu per bulan,’’ tandansya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah