Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wilayah Pacet-Trawas Mojokerto Darurat Longsor

Fendy Hermansyah • Senin, 6 Maret 2023 | 12:39 WIB
BERBAHAYA: Petugas DPUPR dan BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan penanganan longsor di Jalan Pacet-Trawas, Sabtu (4/3) malam. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
BERBAHAYA: Petugas DPUPR dan BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan penanganan longsor di Jalan Pacet-Trawas, Sabtu (4/3) malam. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
Sasar Belasan Titik Tebing


KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wilayah Kecamatan Pacet dan Trawas darurat longsor. Kejadian demi kejadian terus berlangsung setiap hujan deras turun. Jalur penghubung dua kawasan wisata tersebut menjadi titik paling sering mengalami longsor.

Peristiwa longsor kembali terjadi Sabtu (4/3) sore. Lima titik tebing di sepanjang jalan dari Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet sampai Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, mengalami longsor sekaligus. ”Kami menerima laporan longsor pukul 17.00 dan langsung kita kerahkan alat berat sampai pukul 23.00 selesai pembersihan material longsor,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, kemarin (5/3).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, titik longsor berada di Dusun Made, Dusun Mligi dan Dusun Claket/Desa Claket, serta dua titik di kawasan Jurang Gembolo Dusun Kemloko. Material longsor berupa tanah liat dan bebatuan. Longsor di Jurang Gembolo paling parah karena menyasar tebing setinggi 15 meter dan 12 meter dengan lebar longsor masing-masing 6 meter.

Rinaldi menyatakan, longsor di wilayah Kecamatan Pacet yang terjadi setelah hujan deras selama beberapa jam kali ini menyasar titik-titik baru. Sedangkan, dua titik longsor di Jurang Gembolo terakhir longsor tahun lalu. ”Semuanya di satu jalur penghubung Pacet-Trawas,” ujarnya. Dia menyebut, longsor di Desa Claket diduga terjadi akibat tebing tergerus luapan saluran air jalan yang tak berfungsi maksimal. ”Di atas tebing itu ada jalan lingkungan dan aliran drainasenya menggerus tebing,” imbuhnya.

Longsor kali ini untuk kesekian kalinya terjadi di Jurang Gembolo. Rinaldi berharap pihak Perhutani selaku pengelola kawasan hutan tersebut turun melakukan penanganan salah satunya dengan menambah vegetasi. ”Kalau dari kami, untuk sementara ini jalur akan kami tutup kalau hujan deras untuk antisipasi,” tandasnya.

Tahun ini, penanganan terhadap longsor akan dilakukan secara permanen dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) di Desa Claket, Kecamatan Pacet. Sementara itu, untuk kawasan lainnya akan diusulkan pembangunan pada 2024. Seiring dengan masih tingginya curah hujan saat ini, masyarakat khususnya pengguna Jalan Pacet-Trawas mewaspadai potensi longsor.

BPBD menyebut, kawasan Kecamatan Pacet dan Trawas saat ini dalam kondisi darurat longsor. Tahun ini saja, belasan titik setidaknya sudah mengalami longsor. ”Ya sudah darurat sering terjadi begini. Khusunya yang jalur penghubung Pacet dan Trawas,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Djoko Supangkat. Pihaknya berharap pihak-pihak terkait dapat segera melakukan penanganan secara darurat untuk memimalkan potensi longsor. Sebab, sepanjang curah hujan yang masih tinggi, longsor susulan masih mungkin terjadi. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #mojokerto kota #kota onde-onde #pacet mojokerto #trawas #pacet #kerajaan majapahit #longsor #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde