Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DPUPRPRKP Kota Mojokerto Evi Anggraeni, mengatakan, ketimpangan luasan lahan makam seluas 49.668 meter persegi dari kebutuhan 85.994 meter persegi. ’’Jika disesuaikan kebutuhan jumlah penduduk eksisting 42.997 jiwa,’’ ungkapnya.
Kebutuhan lahan itu dipastikan terus meningkat hingga 10 tahun ke depan dengan estimasi mencapai 94.218 meter persegi. Sementara, di Kecamatan Magersari, kekurangan mencapai 41.645 meter persegi. Sesuai kajian, kata Evi, per 2022, jumlah penduduk eksisting di enam kelurahan mencapai 60.379 jiwa. Sehingga kebutuhannya mencapai 121.478 meter persegi dari ketersediaan saat 79.832 meter persegi. ’’Artinya, terjadi kekurangan lahan 41.645 meter persegi. Kebutuhan itu juga meningkat di 10 tahun ke depan, mencapai 133.096 meter persegi,’’ paparnya.
Pun demikian dengan kecamatan Kranggan. Dengan jumlah penduduk eksisting 35.530 jiwa, membutuhkan luasan lahan makam capai 71.090 meter persegi. Namun, sesuai hitungan di lapangan, kecamatan ini masih tersedia 38.376 meter persegi. Alhasil, kekurangan yang dicatat tim kajian capai 32.713 meter persegi. ’’Perhitungan kebutuhan makam ini kita hitung dengan asumsi per jiwa seluas dua meter persegi,’’ tandasnya.
Hal itu diperoleh dari angka minimum yang disyaratkan dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1987. Sebelumnya, kebutuhan perluasan lahan makam di Kota Mojokerto mendesak. Sebab, tingkat penduduk di tiga kecamatan ini belum diimbangi dengan ketersediaan lahan makam yang memadai.
Bahkan di beberapa pemakaman kondisinya sudah penuh. Masing-masing keterisian penuh itu di antaranya terjadi di makam Kamboja Wates, makam Perumahan Nasional Kamboca (Bancang), makam Lingkungan Magersari. Begitu juga dengan kondisi rumah kematian (Rukem) yang ada di Kota Mojokerto, beberapa di antaranya juga sudah penuh.
Seperti yang ada di Rewo Sentoso Asri, Margosari, Kedungkuti, Lingkungan Kedungsari, dan Rukem Keboan. ’’Sementara lainnya rata-rata yang keterisiannya sudah di atas 50 persen. Bahkan, banyak yang sudah 80 sampai 90 persen,’’ ungkapnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah