Setidaknya ada empat ruas jalan dikonsentrasikan perapian dan pemangkasan oleh petugas DLH pekan ini. Mulai dari ruas jalan alternatif di kelurahan Pulorejo; Jalan Semeru, Kelurahan Wates; Jalan Letkol Soemarjo, Kelurahan Purwotengah, serta Jalan Hayam Wuruk-Mayjen Sungkono Kelurahan Magersari-Wates. Di empat ruas jalan tersebut, tiga jenis pohon dirapikan dahan dan rantingnya.
Lantaran pertumbuhannya dianggap membahayakan pengendara jalan, mulai dari pohon angsana, jaranan, hingga trembesi.
’’Untuk pekan ini, ada empat ruas jalan yang dikonsentrasikan untuk perapian. Akan dilanjutkan perapian di ruas jalan lain berdasarkan laporan warga serta pengawasan tim,’’ ujar Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid melalui Kabid Pelestarian Lingkungan dan Pertamanan, Rino Arista Dwi Cahyo kemarin.
Perapian dititikberatkan pada estetika pohon itu sendiri dan potensi gangguan pada jaringan listrik baik tegangan tinggi hingga rendah. Ranting atau daun pohon yang dinilai mengganggu dipangkas sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, petugas tak segan memangkas habis ranting dan dahan pohon jika dirasa membahayakan warga. Khususnya bagi pengendara jalan yang melintas.
’’Hanya pemangkasan saja sesuai kebutuhan dan estetika. Kalau untuk pemotongan, harus ada izin dari DPMPTSP karena pemotongan pohon saat ini sudah ada perda-nya,’’ tandasnya. Untuk ruas jalan lain, Rino mengaku perapian juga akan dilakukan sesuai jadwal. Termasuk penindakan cepat terhadap pohon atau ranting yang tumbang akibat diterpa angin kencang. Selain untuk menghindari munculnya kecelakaan, gerak cepat ini juga untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas saat di jam-jam padat kendaraan. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah