Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kota Mojokerto Kian Berkarakter

Fendy Hermansyah • Rabu, 1 Maret 2023 | 03:01 WIB
IKONIK: Kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto menjadi ikon kota dengan karakter bangunan khas Majapahitan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
IKONIK: Kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto menjadi ikon kota dengan karakter bangunan khas Majapahitan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
Investasi Tumbuh Subur, Ekonomi Warga Terangkat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Wali Kota Ika Puspitasari berhasil mengubah perwajahan Kota Mojokerto kian apik, artistik dan berkarakter. Empat tahun menjabat, wali kota perempuan pertama ini mampu membawa Kota Onde-Onde bertransformasi menjadi kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya melalui pembangunan infrastruktur perkotaan.

Pembangunan yang terarah membuat pertumbuhan investasi juga kian subur, tembus di angka Rp 1,7 triliun di 2022. Dengan tagline, Maju Melangkah Ayo Berbenah, Ning Ita berhasil menjadikan daerah dengan tiga kecamatan ini mengalami perubahan drastis. Seabrek prestasi yang ditorehkan membuat kota kecil ini kian melesat di kancah nasional.

Spirit of Mojopahit yang menjadi jargon selama ini juga sudah diimplementasikan dengan berbagai bangunan megah bercorak Majapahitan. Hingga akhirnya kota seluas 20,4788 kilometer persegi ini kental dengan nuansa terakotanya. Sejak 2019, pembangunan infrastruktur perkotaan berbasis wisata sejarah dan budaya memang terus digeber. Hampir seluruh perkantoran dan fasilitas umum dirombak dengan gaya arsitektur Majapahit.

Tak terkecuali pembangunan sejumlah pusat perekonomian, ruang terbuka hijau (RTH), dan revitalisasi objek wisata. Keseriusan pembangunan daerah ini, membuat Kota Mojokerto didapuk sebagai Kota Pembangunan Terbaik III Provinsi Jawa Timur selama dua tahun berturut-turut pada 2021 dan 2022.

Terbaru, realisasi pembangunan berkonsep Majapahitan yang digagas menyasar tugu alun-alun. Didesain dengan mengadopsi bentuk lingga dan yoni, tugu setinggi 45 meter yang dilengkapi mahkota kuncup teratai kini juga jadi ikon anyar di Kota Mojokerto. Bersamaan itu, kawasan alun-alun juga dibangun Skywalk Mojopahit sebagai pusat kuliner.

Demikaian dengan jalur pedestrian tematik yang turut dirombak dengan bangku dan lampu taman, belakangan juga membuat masyarakat kian nyaman untuk menikmati destinasi wisata di jantung kota ini. Termasuk, dengan penyempurnaan pembuatan kolam berbentuk Surya Majapahit dan batu andesit tahun ini, dipastikan akan jadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Tak sekadar itu, digelontor anggaran jumbo capai Rp 18,2 miliar secara bertahap, objek wisata Pemandian Sekarsari sekarang juga kian ciamik. Wisata kolam renang legendaris di Jalan Empunala ini dilengkapi replika Jung Majapahit yang merupakan perwujudan dari sarana transportasi air di zaman Kerajaan Majapahit. Gemerlap kemilau keemasan dan menyala saat malam hari menara Tribuana Tunggadewi yang berada satu area kian mempercantik perwajahan Kota Mojokerto.

Tak kalah menarik, di bawah komando Ning Ita, kota dengan kekuatan APBD sekitar Rp 1 triliun ini berani ambil kebijakan ekstrem dengan mengajukan pinjaman Rp 101,4 miliar dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran yang dikucurkan itu sebagai peningkatkan sekaligus pelebaran Jalan Empunala. Jalanan yang dulunya gelap, sepi dan sempit, kini menjelma layaknya jalan metropolitan.

Alhasil, dengan gencarnya pemerataan pembangunan membuat pemantapan jalan di wilayah Kota Mojokerto juga sudah bagus, ada di atas 96 persen. ’’Untuk pengembangan dan peningkatan pariwisata yang berkelanjutan di Kota Mojokerto, salah satu strategi dalam kebijakan kita adalah melalui pengembang wisata Perahu Mojopahit,’’ ungkap Ning Ita.

Proyek multiyears yang dibangun melalui sharing anggaran daerah dan pusat ini dikonsep dari beberapa unit wisata. Mulai dari kawasan dermaga, camping ground, taman budaya, food court, kapal Majapahit,wisata petik jeruk, lengkap dengan lahan parkirnya. Dalam dokumen Rencana Induk Percepatan Pembangunan Ekonomi (RIPPE) Kota Mojokerto termasuk dalam kawasan prioritas Gerbangkertosusila.

Rencana kawasan Perahu Mojopahit ini tertuang dalam Perpes 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi. Digelontor dana alokasi khusus (DAK) Rp 57,9 miliar, Ning Ita memastikan pembangunan pariwisata integratif di kawasan barat Kota Onde-onde dituntaskan tahun ini. Di antaranya, Rp 18 miliar untuk wisata bahari, Rp 2,4 miliar untuk kapal Mojopahit sepanjang 40 meter. Selanjutnya ada pembangunan pagar dan selter dengan pagu Rp 2,1 miliar. ’’Namanya tematik integratif, jadi anggaran dipecah-pecah dengan total Rp 57 miliar. Dan dikerjakan serentak tahun ini,’’ katanya.

Pemkot juga bekerja sama dengan BBWS dalam pemanfaatan aset untuk mempercantik destinasi wisata dengan pohon Tabebuya dan pohon Mojo. ’’Sebagai susur sungai, kita juga siapkan 20 kapal. Sedangkan, selter ada delapan titik, itu juga ada di bantaran sungai,’’ urainya.

Sebagai penunjang, ada ploting Rp 11 miliar untuk peningkatan akses jalan. Masing-masing pelebaran Jalan Raya Pulorejo Rp 7 miliar dan Jalan Blooto Utara senilai Rp 4 miliar. Selanjutnya, juga ada Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dengan pagu sekitar Rp 18 miliar. ’’Plot Rp 18 miliar ini untuk UMKM dan ekonomi kreatif. Jadi kami optimistis, destinasi baru ini bisa menjadi magnet bagi investor dan bisa mendongkrak ekonomi kreatif baru di tengah masyarakat,’’ jelasnya.

Benar saja, pembangunan yang terarah pada berbagai sektor di kepemimpinannya memberikan kepastian bagi investor. Terbukti dengan meningkatnya nilai investasi tiap tahunnya. Sesuai data DPMPTSP dan Naker, di 2022 melesat hingga lima kali lipat atau tembus Rp 1,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp 340 miliar. Capaian investasi itu menunjukkan jika iklim investasi di Kota Mojokerto juga tumbuh positif. ’’Investasi ini juga bagian dari empat atensi dalam arahan presiden pada rakornas. Itu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Sehingga kondusifitas sosial politik di daerah harus tetap dijaga,’’ jelasnya.

Sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat, pemkot juga mempercantik dan memperluas RTH lengkap dengan set permainan anak di 11 titik dengan anggaran Rp 5,8 miliar. Lima kategori baru, enam lainnya direvitalisasi. ’’Ini untuk mendukung pariwisata, jadi tidak hanya destinasi wisata yang dibangun, tapi area publik ini kita percantik kita perindah. Area publik yang sudah diberi set permainan anak-anak, itu juga dalam rangka mendukung kota layak anak, dan itu gratis untuk masyarakat,’’ bebernya.

Kian melesatnya Kota Mojokerto di bawah kepemimpinan Ning Ita, diakui banyak kalangan. Salah satunya, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto. Legislator daerah ini menegaskan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, perwajahan Kota Mojokerto ini memang berubah drastis. Gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan menjadikan kota ini kian maju. ’’Pembangunan empat tahun terakhir memang sangat bagus. Perlu diacungi jempol. Perwajahan Kota Mojokerto sekarang juga makin berkarakter,’’ ungkap Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto, terpisah.

Di bawah kepemimpinan Ning Ita, gencarnya pembangunan infrastruktur perkotaan memang terlihat mencolok. Hal itu juga diimbangi dengan fungsi pengawasan dan kontrol yang maksimal oleh anggota legislatif. Termasuk, pembangunan Jalan Empunala sepanjang 2 kilometer yang menjadi akses pintu gerbang Kota Mojokerto juga tak luput dari pengawasan melekat. ’’Pengawasan ini untuk mendukung perwujudan pembangunan yang terarah dan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat Kota Mojokerto,’’ tuturnya.

Pengawasan secara melekat juga dilakukan legislatif dalam merealisasi pembangunan pusat perekonomian yang gencar dituntaskan Pemkot Mojokerto. Ada Pasar Tematik di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan yang dijadikan sebagai pusat perdagangan loak dan ada Pasar Hewan Sekarputih di Kelurahan Kedundung yang juga dijadikan sentral perdagangan hewan.

Pesatnya pembangunan daerah ini, hemat Itok, sapaan akrab Sunarto, dipastikan berpengaruh pada status ekonomi warganya. Peningkatan infrastruktur juga bakal berdampak positif pada para investor. Termasuk, menjadikan ekonomi daerah terangkat. ’’Artinya, kemajuan daerah memang tak lepas dari pembangunan banyak sektor. Mulai infrastruktur jalan, pelayanan publik, dan sumberdaya manusia. Beberapa hal itu saling berkaitan,’’ terangnya.

Di era Ning Ita, kata Itok, Kota Mojokerto ini juga temukan identitas barunya sebagai kota Soekarno cilik. Hal itu selaras dengan bukti catatan sejarah kehidupan sang proklamator RI di Kota Onde-onde. Seperti saat mengenyam pendidikan dasarnya di dua sekolah pada 1906-1015. Kali pertama di SDN Purwotengah di Jalan Taman Siswa. Di lembaga yang dikenal sebagai sekolah Ongko Loro itu, Bung Karno cilik mengenyam pendidikan hingga kelas IV SD. Mulai tahun 1906 hingga 1908. Lalu pindah ke Europe Lagere School (ELS) yang kini menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto untuk menuntaskan pendidikan dasarnya hingga tahun 1915.

’’Ditetapkannya cagar budaya dua sekolah yang jadi tempat bapak proklamator RI menimba ilmu, itu juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah melestarikan cagar budaya,’’ tandas politisi PDIP ini. Termasuk, lanjut Itok, membuat monumen hingga patung Soekarno cilik sebagai tetenger perjalanan Soekarno cilik ini, juga menjadi bukti semangat pemkot menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #pacet #karakter #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #majapahitan #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde