KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Target Pemkab Mojokerto untuk menggeber lelang proyek di triwulan pertama tahun anggaran 2023 ini baru menampakkan hasil. Tiga paket pekerjaan jumbo dengan total pagu Rp 82 miliar kini telah memasuki proses tender.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Mojokerto Yuni Laili Faizah mengungkapkan, terdapat tiga paket proyek yang proses tender mulai berjalan. Di antaranya yang disorong dari RSUD Prof dr Soekandar. ”Ada dua paket yang dari RSUD Prof dr Soekandar,” terangnya, kemarin.
Dua paket tersebut sekaligus menjadi proyek dengan pagu anggaran terbesar dengan total Rp 80 miliar. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, masing-masing untuk pembangunan IGD terpadu dengan Rp 40,8 miliar dan poliklinik terpadu Rp 39 miliar.
Hanya saja, proses lelang dua paket proyek jumbo di rumah sakit pelat merah tersebut masih memasuki tahap reviu. Sebab, kata Yuni, masih terdapat beberapa kendala yang harus dilakukan penyempurnaan. ”Karena dua paket ini masuk paket strategis,” tandasnya.
Meski demikian, proses tender diperkirakan tidak sampai memakan waktu sebulan. Sehingga, bulan depan bisa ditetapkan pemenang lelang. ”Mungkin awal Maret depan sudah ada pemenang,” bebernya.
Sedianya, proyek pekerjaan poliklinik terpadu bakal dibangun empat lantai di eks SDN Mojosari. Sejak lembaga pendidikan tingkat dasar direlokasi 2019 lalu, eks gedung sekolah dimanfaatkan RSUD Prof dr Soekandar sebagai ruang pelayanan rawat jalan.
Sedangkan paket pekerjaan fisik juga menyentuh gedung IGD yang juga bakal dibangun empat lantai. Selain untuk pelayanan kegawatdaruratan, juga mengintegrasikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK), layanan kegawatdaruratan bayi, serta kamar operasi emergency. ”Sekarang proses tendernya sedang berjalan,” tandas Yuni.
Sementara itu, satu proyek lainnya yang juga telah proses lelang adalah paket belanja modal bangunan gedung mal pelayanan publik (MPP). Pekerjaan yang dinaungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto ini dialokasikan dengan pagu Rp 2,5 miliar.
Saat ini, imbuh dia, progres lelang sudah memasuki tahap evaluasi dan selangkah lagi akan ditetapkan pemenang lelang. ”Kalau tidak ada kendala, mungkin beberapa hari lagi paket yang mal pelayanan publik sudah ada pemenangnya,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Kabupaten Mojokerto, total terdapat 140 lebih paket proyek yang akan ditender di tahun anggaran 2023 ini. Menurutnya, sebagian besar perencanaan teknisnya telah rampung dikerjakan. Sedangkan beberapa masih proses perencanaan.
Sesuai terget yang ditetapkan Bupati Ikfina Fahmawati, seluruh paket proyek didorong untuk tuntas lelang di triwulan pertama tahun ini. ”Target dari ibu bupati memang kurang lebih akhir Maret semua paket diupayakan sudah masuk di ULP (unit layanan pengadaan),” pungkasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah