KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Longsor di kawasan Kecamatan Pacet-Trawas terus diwaspadai. Kontur tanah yang gembur membuat kawasan jalur Jurang Gembolo kembali mengalami longsor pekan lalu. Sebagai langkah antisipasi, jalur wisata tersebut akan ditutup saat curah hujan sedang tinggi.
Pantauan kemarin (20/2), sejumlah bekas titik longsor di sepanjang jalur tersebut masih terlihat. Antara lain di tebing dan jurang tikungan utara Jembatan Gembolo yang masuk wilayah Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, serta sepanjang jalan menanjak di bawah kawasan warung-warung Desa Cembor. Beberapa titik longsor bahkan merusak guard rail. Besi pagar pengaman jalan itu terputus lantaran terbawa tanah longsor. Kondisi demikian juga membuat tepi cor badan jalan menggantung dan terancam ambrol.
Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menyatakan, terdapat dua titik longsor paling parah di jalur Jurang Gembolo pada Kamis (16/2) lalu. Selain membawa material tanah dan bebatuan, longsor juga menumbangkan dua pohon besar. ”Seperti yang diberitakan, hasil asesmen kami, kondisi Jurang Gembolo memang kritis,” ungkapnya, kemarin.
Kondisi kritis ini tak lepas dari vegetasi hutan yang berkurang dan banyaknya pohon yang berumur tua. Terkait langkah penanganan, pihaknya akan berkoordinasi dengan perhutani selaku pengelola kawasan hutan tersebut. Di sisi lain, DPUPR terus mewaspadai longsor susulan seiring curah hujan yang masih tinggi.
Menurutnya, penutupan jalur akan dilakukan selama curah hujan dirasa berlangsung dalam waktu panjang dan berpotensi memicu longsor. Hal ini guna menghindari ancaman bahaya akibat tebing longsor. ”Jadi apabila hujan sudah deras dan durasi lama, kami berkoodinasi dengan pihak Kecamatan Pacet dan Trawas untuk menutup sementara lalu lintas di Jurang Gembolo,” paparnya.
DPUPR juga menyiagakan personel dan alat berat yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menangani longsor. ”Harapannya, apabila ruas itu harus ditutup, penutupannya tidak berlangsung lama karena evakuasi bisa cepat dan dilakukan secara maraton,” imbuh Rinaldi.
Selain mengalami longsor pada Kamis (16/2) sore, jalur kawasan Jurang Gembolo juga sempat diterjang longsor Rabu (1/2). Terdapat enam titik tebing dan jurang yang mengalami longsor. Material berupa tanah dan bebatuan menutup akses jalan. Longsor terjadi setelah hujan deras selama berjam-jam. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah