NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kerusakan jembatan antardesa di ruas Jalan Kembangsri-Watesnegoro, Kecamatan Ngoro makin parah akibat tergerus luapan banjir. Tahun ini, Pemkab Mojokerto bakal menyentuh perbaikan permanen pada akses penghubung yang melintasi Afvour Semberwaru tersebut.
Kerusakan jembatan meluas hingga menyebabkan pintu air di Dam Perijo ambruk. Reruntuhan bangunan juga mengakibatkan aliran Afvour Sumberwaru tersumbat dan sempat merendam areal persawahan warga. ”Kemarin sudah kita kerahkan alat berat dan sudah selesai mengangkat runtuhan bangunan yang menutupi aliran,” ujar Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman kemarin.
Namun, kata dia, pembersihan tersebut hanya bersifat darurat. Pasalnya, jembatan penghubung di Desa Tambakrejo itu bakal disentuh perbaikan permanen. Pasalnya, rusaknya pintu air menjadi sumber penyebab meluapnya air dari Sungai Porong.
Tahun ini, DPUPR mengalokasikan Rp 1,7 miliar untuk proyek peningkatan Afvour Sumberwaru. Paket pekerjaan fisik yang dianggarkan dari APBD 2023 tersebut di dalamnya termasuk perbaikan pintu air otomatis. ”Pintu lama akan kita update pakai pintu klep. Ketika air dari sungai porong itu besar bisa langsung nutup,” papar Rois.
Saat ini, paket proyek tersebut telah selesai tahap perencanaan. Hanya saja, pelaksanaan lelang belum bisa digulirkan. Sebab, akses jembatan tersebut juga masuk dalam daftar pekerjaan Bidang Bina Marga DPUPR dari paket peningkatan ruas jalan Kembangsri-Watesnegoro.
Selain jalan, proyek dengan pagu sekitar Rp 6 miliar perbaikan juga menyentuh perbaikan gorong-gorong jembatan. Diperkirakan, pekerjaan fisik akan dimulai April mendatang. ”Jadi, setelah teman-teman bina marga kan mengganti gorong-gorongnya, kami akan memperbaiki pintu airnya,” tandas dia.
Diperkirakan, perbaikan pintu air mulai dikerjaan pada Mei. Sementara paket proyek peningkatan Afvour Sumberwaru ditarget tuntas paling lambat enam bulan. ”Oktober sudah tuntas semua, itu paling maksimal,” tandas Rois.
Seperti diketahui, jembatan di ruas Jalan Kemabangsri-Watesnegoro ini mengalami kerusakan parah sejak akhir Januari lalu akibat diterjang luapan air. Jembatan yang menjadi akses cukup vital ini kemudian dibatasi karena dinilai membayahakan pengguna jalan. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah