Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Air PDAM Kota Mojokerto Langganan ’’Byar Pet’’

Fendy Hermansyah • Selasa, 14 Februari 2023 | 13:35 WIB
DIKELUHKAN: Pasokan air PDAM di kawasan permukiman Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates kerap mendadak berhenti mengalir tanpa ada pemberitahuan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
DIKELUHKAN: Pasokan air PDAM di kawasan permukiman Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates kerap mendadak berhenti mengalir tanpa ada pemberitahuan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Warga Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, kecamatan Magersari mengeluhkan pelayanan Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto. Pasalnya, aliran air di rumah mereka sering mati tanpa adanya pemberitahuan.

Tentu hal tersebut berimbas pada banyak hal mengingat air merupakan kebutuhan pokok kehidupan sehari-hari. Seperti yang dikeluhkan Frida, salah satu warga yang sudah puluhan tahun memakai jasa Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto dalam memenuhi kebutuhan air. ’’Setiap bulan pasti ada aliran airnya mati. Tapi kok nggak ada pemberitahuan sama sekali dari sana,’’ ujarnya.

Dia menyayangkan adanya insiden aliran air yang mati tanpa pemberitahuan tersebut. Seharusnya, kata Frida, pihak Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto bisa memberikan pengumuman pemberitahuan kepada konsumen jika ada pemadaman air agar tidak membuat konsumen merasa resah. ’’Setidaknya bisa tandon air dulu. Kalau begini, tau-tau mati tanpa pemberitahuan, iya kalau ada air. Kalau enggak, alhasil gak mandi juga,’’ bebernya.

Setali tiga uang, Basuki, salah satu warga Jalan Raya Ijen juga mengeluh kualitas pelayanan Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto yang rendah. Sudah tak terhitung berapa kali tiba-tiba aliran air mati tanpa pemberitahuan. Dalam satu bulan bisa terjadi hingga 2 sampai 3 kali. ’’Padahal ya mbayar-nya setiap bulan nggak pernah nunggak,’’ tandas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto Bambang Ribut Sugiartomo mengatakan, penyebab aliran air mati masih sama. Yakni terkendala usia pompa yang sudah usang, sehingga rentan mengalami kerusakan. ’’Problemnya masih sama, kadang mati sebentar tapi nanti ngalir lagi. Sehingga aliran air masih rawan ngadat sewaktu-waktu,’’ bebernya.

Terkait pemberitahuan aliran air yang mati, pihaknya menyarankan agar warga menghubungi via WhatsApp Center jika terjadi keluhan. Sebab, biasanya akan langsung ditndaklanjuti oleh petugas. Bambang menambahkan, pemberitahuan aliran mati bisanya akan disebarkan melalui media sosial.

’’Selain direspon lewat WhatsApp, kami juga membuat pengumuman di Facebook, Instragram, dan radio. Kami pastikan pemberhentian aliran pun nggak berlangsung lama kok. Karena, ya harap maklum ada kendala teknis dengan pompa airnya,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#pdam maja tirta #kabupaten mojokerto #Majapahit #pdam kota mojokerto #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #pelanggan pdam #pdam byar pet #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde