Ketua RW 003 Perumahan Gatoel, Soegeng Tjahjadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi terkait adanya masukan dari warga terkait pelaksanaan CFD yang baru digulirkan, Minggu (5/2). Menurutnya, pasca pelaksanaan CFD bakal dievaluasi rutin. Itu untuk menampung aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. ’’Tetap akan kita lanjutkan pelaksanaan CFD-nya setiap minggu, namun setelah pelaksanaan akan selalu ada evaluasi sebagai bahan masukan untuk kami juga,’’ ujarnya.
Menurut Soegeng, pelaksanaan CFD bakal tetap dilanjutkan. Sebab bertujuan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Dikatakannya, stan yang terdapat dalam CFD tersebut mayoritas diakomodir oleh warga sekitar. Terdapat 180 stan yang terdapat dalam gelaran CFD perdana tersebut. ’’Ini juga sudah atas kesepakatan dengan warga juga kok, rata-rata yang berjualan di situ malah warga sendiri. Lumayan buat bantu perekonomian mereka juga,’’ imbuh dia.
Dia melanjutkan, sebelum CFD perdana itu digulirkan, warga sekitar juga sudah dimintai rembuk bersama pada Selasa malam (31/1). Hasilnya, mereka menyepakati pelaksanaan CFD akan digelar Minggu (5/2). Meski begitu, dia mengakui sempat ada warga yang tak menghadiri musyawarah tersebut. ’’Tapi, malamnya kita juga sudah bincang-bincang. Warga yang tidak hadir sudah kita lakukan pendekatan secara personal juga. Dan semua setuju,’’ terang Soegeng.
Sebelumnya diberitakan, CFD di Jalan Karimun Jawa, Perumahan Gatoel, Kelurahan/Kecamatan Kranggan dikeluhkan warga. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga dan membuat keributan yang bersumber dari pengeras suara.
Merry Patrilinilla, salah satu warga yang bermukim di seberang pelaksanaan CFD itu mengaku merasa terganggu. Pelaksanaan CFD yang dimulai sejak pukul 06.00-10.00 pagi itu menurutnya sangat mengganggu kenyamanan. Sebab, tempatnya yang berada di dekat permukiman warga sehingga membuat kebisingan bagi warga yang beristirahat. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah