KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lahan eks Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko dipastikan belum termanfaatkan tahun ini. Pasalnya, rencana Pemkab Mojokerto untuk membangun ruang terbuka hijau (RTH) tidak masuk dalam agenda proyek fisik di tahun anggaran 2023 ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Zaqqi mengakan, sedianya rencana pembangunan RTH sudah dituntaskan 2021 lalu. Namun, karena kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, maka paket pekerjaan RTH urung terealisasi. ’’Dulu di 2021 memang sudah masuk dalam perencanaan, tapi setelah refocusing belum masuk lagi di 2023 ini,’’ terangnya, kemarin.
Meskipun lahan seluas kurang lebih 6.000 meter persegi itu telah dialihkan menjadi aset DLH. Zaqqi menyebut, pihaknya masih menunggu kebijakan Pemkab Mojokerto terkait pemanfaatan eks lahan Pasar Kedungmaling di ruas jalan nasional Mojokerto-Jombang tersebut.
Mengingat, Bupati Ikfina Fahmawati menargetkan untuk membangun RTH di 18 wilayah kecamatan. ’’Nggak tahu nanti kewewenangan pemda bagaimana. Apakah tetap DLH yang melaksanakan atau bisa saja dari BK (bantuan keuangan) desa. Karena sudah dibuat perencanaannya,’’ paparnya.
Sesuai perencanaan, jelas Zaqqi, RTH akan dibangun taman yang terbuka untuk publik. Selain itu, di dalamnya juga difungsikan sebagai foot court atau pujasera yang menampung pedagang kuliner.
Sejak seluruh pedagang direlokasi ke Pasar Rakyat Kedungmaling pada 2019 lalu, eks pasar tradisional tersebut hingga kini tak terurus. Kondisi bekas sentra perdagangan itu ditumbuhi semak belukar karena tidak lagi mendapat sentuhan perawatan. ’’Ya mudah-mudahan nanti bisa tetap dipenuhi oleh pemda, sehingga bisa termanfaatkan dan digunakan oleh warga,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah