Kecelakaan di Jembatan Mertex terjadi Sabtu (28/1) malam. Sebuah truk yang melaju dari arah Mojokerto menyasak median Jembatan Mertex, sekitar pukul 22.00. Kecelakaan tanpa korban jiwa ini diduga terjadi akibat sopir tidak mengenal medan. Sopir tidak mengetahui keberadaan median sehingga kendaraannya tersangkut.
Kejadian pengguna jalan menabrak median jembatan yang berada di jalur nasional penghubung Mojokerto-Sidoarjo itu sudah berkali-kali terjadi. Kondisi demikian salah satunya lantaran minimnya penerangan jalan. Yang paling vital yakni penerangan penanda keberadaan median jembatan. ”Di situ gelap, sehingga media jembatan jadi samar,” kata Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim Mojokerto Yoyok Kristyowahono, kemarin (29/1).
Yoyok menyatakan, keberadaan lampu penanda median sangat penting. Sebab, di jembatan tersebut penerangan jalan terbilang minim. Kondisi demikian membuat beton median kerap tak terlihat. Akibatnya, banyak kendaraan dari kedua arah yang kaget sehingga mengalami kecelakaan. ”Kalaupun tidak ditambah penerangan jalan, paling tidak ada lampu penanda median,” tandasnya.
Pihaknya meminta supaya pihak berwenang, yakni BBPJN VIII Jatim selaku pengelola jalan nasional segera melakukan tindak lanjut. Pemasangan penanda media jembatan dinilainya sudah mendesak. Penanda itu bisa berupa warning light maupun rambu mata kucing yang menyala saat tersorot lampu kendaraan. ”Yang penting di titik awal median itu ada penanda itu sehingga orang bisa tahu kalau di situ ada beton mediannya,” beber dia. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah