TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto telah surut, Jumat (27/1). Namun, warga masih dibayangi luberan air sungai lantaran penanganan masih sementara. Sementara tingginya intensitas hujan yang diprediksi berlangsung hingga dua bulan ke depan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengatakan, setelah dua hari terendam banjir, genangan air di Desa Wonorejo sore kemarin telah sepenuhnya surut. Baik di dua sekolah, balai desa, dan di permukiman. ’’Areal persawahan juga sudah surut total,’’ terangnya, Jumat (27/1).
Menyusul telah dilakukannya penanganan terhadap aliran sungai yang menjadi pemicu banjir pada Kamis (26/1). Meski masih bersifat sementara, namun dia menyebut saluran irigasi telah berfungsi normal kembali. ’’Karena sungainya kecil dan tersumbat sampah juga, sehingga kemarin air tidak bisa mengalir lancar dan meluber ke rumah penduduk,’’ tandasnya.
Kendati demikian, kata Djoko, masih diperlukan penanganan jangka panjang untuk bisa lepas dari bayang-bayang banjir. Mengingat, Desa Wonorejo menjadi salah satu daerah yang terpetakan rawan banjir luberan. Termasuk Desa Pakis di Kecamatan Trowulan dan Desa Modongan di Kecamatan Sooko yang menjadi hilir dari aliran sungai. ’’Penanganan dari segi kedaruratan sudah kami lakukan, tapi butuh penanggulan dan plengsengan permanen,’’ tandas dia.
Terlebih, berdasarkan prakiraan yang diterima BPBD dari BMKG Stasiun Juanda, wilayah Kabupaten Mojokerto masih berpotensi turun hujan hingga dua bulan ke depan. Bahkan, kata Djoko, tingkat intensitasnya juga terbilang tinggi di kisaran 300-500 milimeter (mm) yang disertai angin kencang dengan kecepatan rata-rata 63 kilometer (km) sekama 5-15 menit. ’’Jadi, untuk Januari-Maret itu intensitas hujan masih cukup tinggi. Makanya kami imbauannya masyarakat harus tetap waspada,’’ imbuhnya.
Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Rois Arif Budiman menambahkan, pihaknya akan kembali memetakan titik-titik di sepanjang sungai yang dinilai menjadi penyebab terhambatnya aliran air. Selain itu, juga menyarankan warga untuk melakukan pembongkaran jembatan permanen yang memicu timbulnya genangan. ’’Kemarin sudah dibongkari jembatan-jembatan yang menyumbat dan menyempit,’’ terangnya.
Sepanjang aliran irigasi juga akan dilakukan pengerukan pada tahun ini oleh Dinas PU SDA Pemprov Jatim. Di antaranya menyasar sungai di Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo dan Desa Modongan, Kecamatan Sooko. ’’Yang di Desa Wonorejo ini kan saluran irigasinya nanti akan dikeruk sambil lihat kondisi tanggul di kanan kiri yang perlu ditangani,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah