Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Besi Pembatas Underpass Perlintasan Rel KA Mojokerto Dicopot Tanpa Konfirmasi

Fendy Hermansyah • Rabu, 25 Januari 2023 | 17:10 WIB
NIHIL: Kondisi terowongan Trenggilis RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon kini tak lagi dilengkapi dengan besi pembatas. (Sofan Kurniawan/JPRM)
NIHIL: Kondisi terowongan Trenggilis RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon kini tak lagi dilengkapi dengan besi pembatas. (Sofan Kurniawan/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Besi pembatas underpass di perlintasan kereta api (KA) terowongan Trenggilis RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto akhirnya dicopot. Kini terowongan yang menjadi jalan alternatif itu dilewati tanpa ada pembatas muatan kendaraan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) di lokasi kemarin (24/1), hanya tersisa bekas beton kedua tiang besi palang tersebut. Akibat tak ada pembatas, banyak mobil truk yang berlalu lalang di jalanan tersebut. Padahal, tak semua kendaraan bisa lewat di terowongan yang hanya memiliki tinggi 2 meter itu. ’’Sudah tidak ada pembatasnya tiga hari lalu,’’ ujar Imam, salah satu warga sekitar.

Dikatakannya, Senin lalu (16/1), besi pembatas itu kondisinya memang nyaris ambruk. Warga juga sudah memasang tanda agar pengendara yang melintas berhati-hati melewati jalan tersebut. ’’Sabtu pagi sudah dilepas sama petugas, nggak tau petugas mana,’’ bebernya.

Menurutnya, pencopotan besi pembatas itu sangat disayangkan. Sebab, tanpa ada pembatas, banyak mobil yang justru memaksa menerobos masuk ke dalam terowongan itu. Padahal, tidak semua mobil bisa melintasi jalan tersebut. ’’Kadang warga sini yang ngingetin suruh (mobil) putar balik biar nggak maksa. Harusnya diperbaiki saja bukan dicopot,’’ keluhnya.

Sementara itu, Lurah Blooto Wahyudi membenarkan adanya pencopotan besi pembatas itu. Namun, pencopotan besi itu tidak ada konfirmasi dari PT KAI kepada warga sekitar. ’’Dicopot sendiri, tidak ada konfirmasi ke kami,’’ ungkapnya.

Karena jalanan tersebut kini tanpa pembatas, Yudi mengkhawatirkan beberapa mobil yang melebihi pembatas memaksa masuk ke dalam terowongan. Terkadang, saat ditegur mereka mengaku terpaksa melintas jalanan tersebut karena diarahkan google maps.

Lebih lanjut, Yudi menegaskan bakal mengkoordinasikan solusi alternatif pasca dicopotnya besi pembatas tersebut. ’’Setelah ini saya akan koordinasi dengan dishub untuk pemasangan rambu, takutnya banyak mobil yang berlebihan muatan dan maksa masuk kalau tidak dipantau warga,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #rel ka #besi pembatas #Mojopahit #underpass #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #perlintasan rel #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde