TPS liar itu berada di sisi selatan jembatan Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Banyak sampah rumah tangga berserakan. Ada empat titik TPS yang memenuhi kawasan tersebut. ’’Kalau pagi lewat situ baunya nggak enak, kayaknya udah dua minggu ini banyak yang buang sampah di situ,’’ ujar Rifia, salah satu warga sekitar.
Lurah Meri Gesmanto mengatakan, pihaknya memang kerap menjumpai warga membuang sampah di kawasan tersebut saat pagi hari. Menurutnya, warga yang membuang justru bukan warga kota. Sebab, wilayah yang kini menjadi TPS liar itu memang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto. Gesmanto mengaku kerap memberikan imbauan agar tidak membuang sampah di kawasan tersebut. ’’Tapi ya gitu, bandel terus. Padahal sudah ditegur,’’ bebernya.
Mantan Lurah Balongsari ini menambahkan, dia bakal menindaklanjuti terkait TPS liar tersebut. Pihaknya bakal memasang peringatan di kawasan tersebut agar warga tak lagi membuang sampah sembarangan. ’’Bakal kita tindak lanjuti, supaya warga tidak lagi buang sampah di situ,’’ paparnya.
Sementara itu, Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto Erijanto mengatakan, kawasan tersebut memang kerap jadi sasaran TPS liar. Namun, warga yang membuang sampah di kawasan itu menurutnya bukan warga Kota Mojokerto. ’’Karena letaknya di perbatasan, tapi yang buang bukan warga kota,’’ ulasnya.
Eri mengaku, dia sempat memasang dua kali papan larangan agar tidak membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Namun, ujungnya papan tersebut hilang. Lalu, warga kembali membuang sampah di lokasi yang sama. ’’Sudah berkali-kali dipasang papan larangan, tapi selalu hilang. Habis itu orang-orang buang sampah di situ lagi,’’ bebernya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal membersihkan kawasan tersebut agar terbebas dari sampah. Selain itu, dia juga bakal memasang papan larangan lagi agar warga tak membuang sampah sembarangan. ’’Bakal kita pasang papan lagi, sampah yang ada disitu segera kami bersihkan dan diangkut ke TPA Randegan,’’ pungkasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah