Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Taman Wisata Bahari Kota Mojokerto Belum Tuntas

Fendy Hermansyah • Rabu, 18 Januari 2023 | 13:23 WIB
PRIORITAS: Bangunan Taman Wisata Bahari kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto jadi prioritas pembangunan tahun ini. (Sofan Kurniawan/JPRM)
PRIORITAS: Bangunan Taman Wisata Bahari kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto jadi prioritas pembangunan tahun ini. (Sofan Kurniawan/JPRM)
Pemkot Bakal Gerojok Anggaran Tahun ini

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bangunan Taman Wisata Bahari kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto belum difungsikan. Proyek yang menelan anggaran APBD 2021 senilai Rp 2,8 miliar itu kondisinya memprihatinkan dan belum memberi asas manfaat.

Sementara itu pemkot memastikan jika proyek strategis nasional itu bakal dilanjutkan tahun ini. Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto Agung Moeljono Soebagijo mengatakan, pembangunan wisata berbasis sejarah dan budaya di kawasan barat Kota Mojokerto memang belum tuntas 100 persen. Pemkot memastikan bakal melanjutkan tahun ini dengan anggaran jumbo. ’’Taman Wisata Bahari yang dibangun DLH itu akan dilanjutkan. Dianggarkan melalui APBN,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disporapar Kota Mojokerto Novi Rahardjo melalui Kabid Pariwisata Sutilah mengatakan, Wisata Bahari ini masuk proyek strategis nasional. Melalui DAK, pemkot diguyur anggaran sekitar Rp 15,7 miliar untuk menuntaskan proyek sesuai Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gerbangkertasusila. ’’Pekerjaannya dilanjutkan tahun ini. Dan sekarang lagi proses penyelesaian Detail Engineering Design (DED) di DPUPRPRKP. Kalau DED-nya sudah selesai langsung proses lelang,’’ tuturnya.

Menurutnya, proyek yang segera digulirkan ini masuk dalam satu kompleks dengan taman budaya yang sebelumnya sudah dibangun DLH pada 2021. Dengan dibangunnya wisata ini, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di kawasan barat Kota Onde-Onde. ’’Termasuk ada susur sungai, itu memang proyek berkelanjutan. Sesuai perpres 80/2019, semangatnya untuk percepatan perekonomian dari sektor pariwisata,’’ katanya.

Proyek multiyears yang dibangun melalui sharing anggaran daerah dan pusat ini dikonsep dari beberapa unit wisata. Mulai dari kawasan dermaga, camping ground, taman budaya, food court, kapal Majapahit, wisata petik jeruk, serta lahan parkir. ’’Panggung kesenian, food court berbentuk perahu. Itu pembangunannya tahun ini. Termasuk dermaganya,’’ jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, wisata berbasis sejarah dan budaya bahari ini bakal digarap bersinergi bersama dengan berbagai OPD terkait. Tak terkecuali, DPUPRPRKP yang fokus menggarap jalan pendukung yang menjadi akses ke Wisata Bahari melalui DAK jalan senilai Rp 11 miliar untuk dua ruas jalan. Masing-masing pelebaran di Jalan Raya Pulorejo Rp 7 miliar dan Jalan Blooto utara senilai Rp 4 miliar. ’’Kalau di Disporapar Rp 15,7 miliar itu DAK dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Lainnya ada di beberapa OPD. Termasuk disperindag juga ada,’’ jelasnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #taman wisata bahari #soekarno #trowulan #onde-onde