Aldy Prawira Nugraha, salah satunya. Aldy, panggilan akrabnya, memilih merayakan pergantian tahun dengan tema kembali ke alam. Praktis, dia menyiapkan perlengkapan kemah saat pergantian tahun ini. ’’Kita milih camping di Pacet. Jadi, tidak pakai kembang api atau terompet, karena temanya lebih dekat dengan alam,’’ ujarnya.
Warga Kecamatan Kranggan ini menyebutkan, ada banyak alat yang sudah disiapkannya jauh hari untuk menyambut tahun 2023. Mulai dari tenda, nesting, tas, hingga perlengkapan pribadi saat berkemah nanti. ’’Acaranya api unggun sama masak-masak gitu ramai-ramai. Yang paling penting tidak merusak alam,’’ ulasnya.
Selain merayakan di alam terbuka, bertukar kado juga menjadi salah satu budaya yang tengah menjamur di tengah momen pergantian tahun. Seperti yang diakui Ika Dewi Mardiana, salah satu penjual buket di Kota Mojokerto. Dia mengaku, dia kebanjiran pesanan buket akhir tahun ini. Jenis buket yang paling banyak dipesan, yakni buket bunga segar dan uang. ’’Ada yang dikirim ke luar kota bahkan ada juga yang ke luar negeri, seperti Taiwan dan Hongkong,’’ papar dia.
Menurut Ika, buket kini menjadi salah satu pernak pernik tahun baru yang digandrungi anak muda. Sebab, biasanya buket diberikan untuk orang tersayang di hari pergantian tahun. Menjelang pergantian tahun, lanjutnya, kurang lebih sehari ia bisa menangani orderan belasan buket bunga segar dan buket uang. ’’Zamannya sekarang kalau tahun baru ngasih buket, terutama yang bunga segar. Paling banyak remaja yang pesan,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah