Kepastian itu dinyatakan Ning Ita, sapaan akrab wali kota setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) Skywalk Mojopahit, Kamis (29/12). Wali kota melakukan pengecekan di tiap sudut proyek yang dibangun di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto.
Meski ada beberapa bagian yang dinilai masih perlu disempurnakan, namun Ning Ita mengatakan Skywalk bisa dinikmati masyarakat di tahun 2023 mendatang. ”Pekerjaan utamanya sudah selesai,” ungkapnya.
Sesuai rencana, Skywalk Mojopahit akan dijadikan sebagai sentra kuliner ala rooftop. Di dalamnya terdapat 32 kios yang akan diperuntukkan khusus pedagang makanan dan minuman yang telah terdata di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto.
Selain kios pedagang, di sisi timur dan barat Skywalk Mojopahit disediakan area untuk menikmati kuliner. Dengan food court berkonsep ruang terbuka, maka pengunjung bisa mendapatkan pemandangan dengan latar kawasan alun-alun. ”Ada juga tempat untuk live music, sehingga bisa untuk kegiatan atau acara tertentu,” tandasnya.
Setelah itu, Ning Ita melanjutkan sidak di Pasar Kliwon. Sentra perniagaan yang kini ditempati pedagang loak ini rencananya akan dibersihkan menyusul rampungnya proyek Pasar Loak Ketidur. Ke depan, pasar tertua di kota Mojokerto ini juga akan dipersiapkan untuk menampung pedagang kuliner yang tidak bisa tertampung di Skywalk Mojopahit.
Sementara itu, kepala Diskopukmperindag Kota Mojoekrto Ani Wijaya menambahkan, karena kapasitas terbatas, maka diterapkan skala prioritas bagi pedagang yang akan diberikan jatah di Skywalk Majapahit. Terutama para pedagang di sekitar alun-alun yang selama ini membuka usaha di atas avur atau saluran air. ”Kalau tidak salah ada 11 pedagang ,” tandasnya.
Sedangkan, 21 kios di Skywalk Mojopahit lainnya diprioritaskan untuk pedagang kaki loma khusus kuliner di sepanjang Jalan Mojopahit. Namun, hanya diutamakan bagi pedagang yang merupakan warga Kota Mojokerto.
Untuk menambah daya tampung, kapasitas Skywalk Mojopahit rencananya bakal ditambah empat tenant kuliner lagi. ”Kami siapkan kontainer kecil yang ditaruh di area makan. Itu pun khusus untuk PKL kuliner yang lulus kurasi,” imbuhnya.
Semenatara bagi PKL yang tidak mendapat bagian di skywalk, pemkot berupaya untuk menyediakan tempat di lahan eks Bioskop Garuda. Lahan yang berada Jalan Mojopahit utara tersebut akan dijadikan sentra PKL sekaligus parkir kendaraan.
Namun, karena kapasitas terbatas, maka tidak seluruh PKL bisa tertampung. Sehingga, sebagian akan disediakan tempat di Pasar Kliwon setelah pedagang pasar loak pindah ke Pasar Loak Ketidur.
Dalam minggu ini, diskopukmperindag secara bertahap melakukan pertemuan dengan kelompok pedagang. Terkait pengoperasional skywalk, pihaknya masih menunggu serah terima dari Dinas PUPRPRKP selaku pengampu proyek.
Di samping itu, pengisian pedagang juga akan dilakukan setelah hasil appraisal terkait tarif sewa kios yang telah diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto ditetapkan. ”Appraisal sudah kami ajukan, mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa muncul nilai sewanya berapa,” pungkasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah