Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Malam Tahun Baru di Kota Onde-Onde Tak Ada Pembatasan Kunjungan

Fendy Hermansyah • Rabu, 28 Desember 2022 | 20:55 WIB
RAMAI: Sejumlah wisatawan saat berkunjung di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto dengan latar tugu baru yang baru rampung dikerjakan akhir tahun ini, Selasa (27/12). (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
RAMAI: Sejumlah wisatawan saat berkunjung di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto dengan latar tugu baru yang baru rampung dikerjakan akhir tahun ini, Selasa (27/12). (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat akan lebih leluasa merayakan momen pergantian tahun baru 2023. Pasalnya, Pemkot Mojokerto memastikan tidak ada lagi pembatasan kunjungan di tempat wisata dan hiburan.

Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Sutilah mengungkapkan, dibanding dua tahun masa pandemi Covid-19, masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini akan lebih longgar. Karena, di sejumlah objek wisata tidak ada pembatasan kunjungan maupun kapasitas di tempat rekreasi dan hiburan. ”Karena situasi pandemi sudah mulai landai, sampai dengan saat ini belum ada kebijakan pembatasan di objek wisata, hotel, maupun restoran,” terangnya, kemarin (27/12).

Dikatakannya, pembatasan biasanya akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Baik instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait PPKM maupun peraturan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Namun, sebut Sutilah, hingga memasuki momen Nataru pihaknya belum menerima edaran tertulis terkait pembatasan kunjungan wisata. ”Dari Kemenparekraf dan disbudpar provinsi kita diminta berupaya untuk meningkatkan kunjungan karena dua tahun kemarin tidak bisa bergerak sama sekali,” paparnya.

Pelonggaran juga berlaku bagi destinasi di ruang terbuka. Di antaranya di Alun-Alun Kota Mojokerto yang masuk daya tarik wisata di Kota Mojokerto. Kawasan yang sebelumnya ditutup karena sedang dikerjakan empat proyek fisik secara bersamaan kini bisa kembali dinikmati pengunjung di masa libur tahun baru.

Bahkan, tingkat kunjungan kini sudah mulai mengalami peningkatan seiring keberadaan ikon baru tugu alun-alun. ”Karena kan baru selesai. Meski belum ada pembatasan terkait dengan kunjungan, tapi tetap kami imbau terkait prokes,” ulasnya.

Baik terkait penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karena itu, Disporapar juga mewajibkan pengelola wisata untuk menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung penerapan prokes.

Sutilah menambahkan, dengan tidak adanya pembatasan kunjungan diharapkan bisa meningkatkan angka wisatawan yang datang ke Kota Onde-Onde. Karena hal tersebut bisa menjadi bagian untuk pemulihan ekonomi setelah dua tahun masa pandemi Covid-19. ”Harapannya bisa kembali normal, tempat-tempat wisata bisa buka dan pengunjung bisa terus berdatangan,” pungkasnya. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #tahun baru mojokerto #Mojopahit #kerajaan majapahit #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #malam tahun baru #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde #wisata kota mojokerto