KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Terdapat sejumlah titik ruas jalan perlu diwaspadai pengguna jalan selama masa libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru) di Kabupaten Mojokerto. Sebab, terdapat sejumlah titik rawan macet (trouble spot) dan titik rawan kecelakaan (black spot) yang tersebar di 18 kecamatan.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto mencatat, setidaknya terdapat 10 jalur trouble spot dan empat black spot di Bumi Majapahit. Titik rawan kemacetan (trouble spot) tersebar di wilayah selatan sungai. Bahkan, analisa dishub menunjukkan potensi tersendatnya arus lalu lintas terjadi di kawasan wisata.
Rincinya, Simpang Kenanten, Pasar Sawahan Bangsal, Simpang Gondang, Simpang Klenteng Mojosari, Simpang Taman Mojosari, Simpang Awang-Awang, Simpang Daplang Trawas, Wisata Air Panas Pacet, Wisata Air Terjun Dlundung, dan Wisata Taman Ghanjaran Trawas. Ada sejumlah faktor yang membuat sejumlah titik tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan. Di antaranya, terjadi penyempitan ruas jalan (bottleneck) di beberapa titik.
”Beberapa titik disebabkan karena mengalami bottleneck. Jadi ketika jumlah kendaraan meningkat arus lalu lintas tersendat. Misalnya, Simpang Kenanten dan Pasar Sawahan (Bangsal). Ini jadi PR kami untuk penanganan jangka panjang kedepannya karena menyangkut lintas instansi,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono.
Hal serupa terjadi di jalur wisata dan kawasan wisata. Faktor lainnya, kemacetan dipicu karena penumpukan kendaraan saat hendak parkir. Hasil kajian dishub, titik rawan kecelakaan alias black spot ada di empat ruas jalan. Yakni, di ruas Bypass Kenanten, ruas Watesumpak Trowulan, ruas Canggu Jetis, dan ruas Pacet-Cangar.
Faktor ditetapkannya sejumlah ruas jalan tersebut sebagai black spot pun tidak jauh berbeda. Hanya saja, di empat ruas jalan tersebut dibarengi angka kecelakaan yang belakangan relatif tinggi. ”Potensi kecelakaan di ruas Pacet–Sendi masih tinggi. Ini terus kami koordinasikan dengan Dishub Provinsi karena statusnya jalur provinsi.
Namun, kami juga sosialisasikan untuk waspada dan menghindari jalur tersebut jika sedang padat. Kami sampaikan melalu satu unit variable message signs (VMS) yang ada di Bundaran Pacet,” bebernya. Dishub Kabupaten Mojokerto sudah merancang strategi guna mengantisipasi terjadinya kemacetan hingga kecelakaan.
Mulai dari penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL), pengaturan kantong parkir di kawasan wisata, hingga menyiapkan perlengkapan jalan portable (traffic cone, water burrier) di sejumlah titik. ”Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani pasar tumpah seperti di Sawahan (Bangsal) maupun kawasan wisata. Kami siapkan perlengkapan seperti dan pengaturan lalu lintas di lokasi,” sebut Rachmat.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Mojokerto AKP M Bayu Agustyan menambahkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat melintas di sejumlah jalur black spot maupun trouble spot. Meski sejumlah strategi antisipatif sudah disiapkan petugas. Salah satunya, disediakan bengkel gratis di Rest Area Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, bagi pengguna jalan yang hendak melintas di jalur turunan ekstrem Pacet–Cangar.
”Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada sehingga perjalanan lancar dan selamat saat melintasi black spot maupun trouble spot. Untuk black spot Pacet–Cangar, kami bersama sejumlah pihak terkait sudah pasang rambu peringatan di sejumlah titik. Dan selama libur Nataru ini, kami sediakan bengkel di rest area agar pengendara motor matic bisa mengecek kondisi kendaraan sebelum melintasi jalur turunan,” terangnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah