Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bangkai Girder Jembatan Rejoto Kota Mojokerto Berisiko Gerus Fondasi

Fendy Hermansyah • Rabu, 21 Desember 2022 | 15:45 WIB
TENGGELAM: Bangkai girder di bawah jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto akan dilakukan pengangkatan untuk keamanan konstruksi jembatan. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
TENGGELAM: Bangkai girder di bawah jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto akan dilakukan pengangkatan untuk keamanan konstruksi jembatan. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pemkot Mojokerto memastikan akan mengangkat bangkai girder atau balok penyangga jembatan Rejoto yang mengalami insiden ambruk pada 2016 lalu. Sebab, material beton yang tenggelam di dalam Sungai Ngotok itu dinilai berpotensi menggerus fondasi jembatan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengatakan, pengangkatan girder akan dilakukan berdasarkan hasil studi kelayakan konstruksi. Rencananya, balok penyangga yang berada di bawah permukaan air Sungai Ngotok itu akan dilakukan tahun depan. ’’Kalau secara konstruksi memang harus diangkat, kalau tidak, bisa berpotensi terjadi scouring atau menggerus fondasi jembatan,’’ terangnya.

Sebab, papar Endah, posisi girder yang tenggelam selama 6 tahun tersebut kini telah tertutup sedimen. Kondisi tersebut membuat aliran air yang bermuara ke Sungai Brantas itu terhalang.

Terlebih, balok penyangga yang ambruk saat pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Rejoto terdiri dari 6 bentang. Sehingga berisiko berdampak pada keamanan dari akses penghubung Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. ’’Karena arus sungai terhalang kan bisa mengenai konstruksi di sampingnya,’’ imbuh dia.

Saat ini, imbuh dia, masih dilakukan finalisasi terkait metode pelaksanaan pengangkatan girder. Mengingat, teknik evakuasi gelagar beton dengan total panjang berkisar 50 meter dari dalam sungai itu juga berkaitan dengan kebutuhan anggaran. ’’Tinggal mencari metode yang paling memungkinkan, untuk rencana pengangkatan di tahun depan,’’ paparnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan proyek Jembatan Rejoto pada 2016 lalu sempat terjadi insiden ambruknya girder. Sebuah balok penyangga jembatan terjatuh dan menimpa lima bentang girder lainnya hingga menyebabkan material beton cor itu tenggelam di Sungai Ngotok. (ram/fen)


Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #jembatan #Mojopahit #rejoto kota mojokerto #girder rejoto #jemabtan rejoto #kerajaan majapahit #girder #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde