Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono mengungkapkan, masa kontrak proyek tugu alun-alun berakhir 19 Desember. Namun, CV Wishitama selaku pelaksana belum mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. ”Masih ada revisi-revisi perbaikan, sehingga terpaksa diperpanjang dengan denda,” tandasnya usai meninjau alun-alun, kemarin.
Bambang menyebut, kontraktor asal Kota Surabaya itu dijatuhi denda keterlambatan sebesar 1/1000 dari nilai kontrak atau Rp 2,7 juta per hari. Menurutnya, penerapan sanksi tersebut mengacu Peraturan Presiden (Perpres) 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa.
Disebutkannya, kontraktor diberi kesempatan untuk merampungkan pekerjaan selambat-lambatnya 50 hari kalender. Namun, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tugu alun-alun ini meminta pelaksana untuk menuntaskan sebelum pergantian tahun. ”Sesuai perpres 16/2018 perpanjangan pertama paling lambat 50 hari, tapi harapan kami tanggal 26 (Desember) sudah sempurna hasilnya,” ujar Bambang.
Sebab, imbuh dia, pembangunan konstruksi setinggi 45 meter tersebut sedianya telah selesai dikerjakan. Hanya saja, terdapat bagian-bagian tugu yang perlu dilakukan sentuhan perbaikan.
Terutama pada bagian alur dan mahkota tugu yang pada pengerjaan sebelumnya dinilai kurang presisi dari perencanaan. ”Kita sempurnakan supaya hasilnya nanti bagus, meski akhirnya molor waktunya,” ulas dia.
Bambang menambahkan, pihaknya juga telah meminta komitmen dari kontraktor pelaksana untuk bisa mengebut pekerjaan. Sebab, pasca ditutup sejak Akhir September lalu, destinasi wisata di pusat Kota Mojokerto itu rencananya akan kembali dibuka untuk kunjungan menyambut masa libur Natal dan tahun baru (Nataru). ”Kita sudah minta penyedia untuk tetap komitmen. Karena secara konstruksi selesai, tinggal pemanisnya saja,” paparnya.
Terlebih, proyek fisik lainnya di kawasan alun-alun juga telah rampung. Di antaranya pekerjaan rehabilitasi saluran dan trotoar dengan nilai kontrak Rp 2,9 miliar serta Skywalk Mojopahit dengan Rp 7,9 miliar. Selain itu, juga terdapat rehabilitasi taman senilai Rp 199 juta yang kini memasuki tahap finishing. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah